Thursday, December 20, 2012
Wednesday, December 19, 2012
Sunday, December 16, 2012
Going to school
Sekolah serasa menjadi tempat menakutkan, tak nyaman, untuk belajar dan bermain sekalipun. Bercermin pada lingkungan sekitar kita, di Indonesia tak hanya di sekolah, ruang publik kerap menjadi arena tawuran antar pelajar. Petuah-petuah guru (meski tak semuanya) seakan tak lagi memiliki kekuatan untuk merangsang pola pikir anak-anak. Guru (nampaknya) lebih memilih berperan sebagai pengajar ketimbang pendidik. Kurikulum juga tak mengubah hal lebih baik, kecuali semakin gencar mengejar akselerasi standar-standar empirik internasional dengan semakin menaikkan batas bawah nilai UAN yang meninggi. Kurikulum sudah abai pada porsi pembentukan watak dan nilai-nilai humanis. Juga anak-anak mengalami kekosongan atas tauladan-tauladan yang baik dari lingkungan sekitar, sampai pada pemimpin tertinggi.
Namun lingkungan keluarga justru yang paling mempengaruhi itu. Faktor kesejahteraan keluarga (menengah ke bawah) menjadi hal yang sungguh menyibukkan orang tua untuk mendapatkan kelayakan hidup dan pendidikan anak-anaknya. Sayangnya anak-anak luput dari perhatian mereka. Sebegitu kompleks.
Pendekatan melalui seni budaya patut didukung untuk lebih memiliki porsi besar dalam kurikulum baik oleh pemerintah pada taraf pendidikan nasional atau pun dalam lingkup kecil dalam sebuah keluarga.
Thursday, December 13, 2012
Wednesday, December 12, 2012
Tuesday, December 11, 2012
Monday, December 10, 2012
Hak Asasi Disabilitas
Pemahaman tentang memiliki bakat dan (terutama) tidak memiliki bakat, atau keterbatasan sebagai benteng kokoh yang tak bisa dijebol sering menghambat, menurunkan, dan mematahkan semangat untuk terus berproses. Apapun proses itu. Berikut adalah salah satu contoh bahwa benteng-benteng keterbatasan itu tak berpengaruh bagi para anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) untuk mel akukan apa yang mereka ingin. Mereka adalah Disabilitas, salah satu bagian dari masyarakat. Disabilitas kata yang lebih halus dari penyandang cacat baik tuna rungu, tuna netra maupun lainnya. Di Pondok Indah Mall, mereka hadir untuk peringati hari HAM, terutama bagi Difabilitas untuk mendapatkan persamaannya dalam berbagai hal, pekerjaan, fasilitas umum dan lainnya, sebagai sesama manusia.
Friday, December 07, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)
A Glimpse of The Journey Idul Fitri 2026
Sabtu pagi, 21 Maret 2026, pukul 6:00 WIB setelah berkendara santai lebih dari 4 jam sejak pukul 01:30 WIB, aku berhenti sejenak di sebuah j...
-
BIENNALE JAKARTA 2006 179 Pengurutan Nama di bawah ini berdasarkan Abjad ABAS ALIBASYAH, Jakarta Pelukis Abas Alibasyah, lahir di Purwakarta...
-
KMAREN SAYA ULTAH TAPI TAK MERAYAKANNYA. SAYA MERAYAKANNYA DENGAN MENGERJAKAN TUGAS-TUGAS KULIAH; TUGAS UAS. HEBAT YA SAYA. MALAM ITU, SAYA ...









