Sunday, December 16, 2012

Video Bikin karikatur Dalai Lama

Going to school


Tragedi penembakan di sekolah anak-anak kembali terjadi di Amerika, 14 Desember 2012, Jumat pagi waktu setempat. 20 anak siswa Elementary Sandy Hook School, Connecticut menjadi korban tewas seketika dan beberapa orang dewasa. Adam Lanza (20) pelakunya.

Sekolah serasa menjadi tempat menakutkan, tak nyaman, untuk belajar dan bermain sekalipun. Bercermin pada lingkungan sekitar kita, di Indonesia tak hanya di sekolah, ruang publik kerap menjadi arena tawuran antar pelajar. Petuah-petuah guru (meski tak semuanya) seakan tak lagi memiliki kekuatan untuk merangsang pola pikir anak-anak. Guru (nampaknya) lebih memilih berperan sebagai pengajar ketimbang pendidik. Kurikulum juga tak mengubah hal lebih baik, kecuali semakin gencar mengejar akselerasi standar-standar empirik internasional dengan semakin menaikkan batas bawah nilai UAN yang meninggi. Kurikulum sudah abai pada porsi pembentukan watak dan nilai-nilai humanis. Juga anak-anak mengalami kekosongan atas tauladan-tauladan yang baik dari lingkungan sekitar, sampai pada pemimpin tertinggi.

Namun lingkungan keluarga justru yang paling mempengaruhi itu. Faktor kesejahteraan keluarga (menengah ke bawah) menjadi hal yang sungguh menyibukkan orang tua untuk mendapatkan kelayakan hidup dan pendidikan anak-anaknya. Sayangnya anak-anak luput dari perhatian mereka. Sebegitu kompleks.

Pendekatan melalui seni budaya patut didukung untuk lebih memiliki porsi besar dalam kurikulum baik oleh pemerintah pada taraf pendidikan nasional atau pun dalam lingkup kecil dalam sebuah keluarga.

Tuesday, December 11, 2012

Monday, December 10, 2012

Hak Asasi Disabilitas


Pemahaman tentang memiliki bakat dan (terutama) tidak memiliki bakat, atau keterbatasan sebagai benteng kokoh yang tak bisa dijebol sering menghambat, menurunkan, dan mematahkan semangat untuk terus berproses. Apapun proses itu. Berikut adalah salah satu contoh bahwa benteng-benteng keterbatasan itu tak berpengaruh bagi para anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) untuk mel akukan apa yang mereka ingin. Mereka adalah Disabilitas, salah satu bagian dari masyarakat. Disabilitas kata yang lebih halus dari penyandang cacat baik tuna rungu, tuna netra maupun lainnya. Di Pondok Indah Mall, mereka hadir untuk peringati hari HAM, terutama bagi Difabilitas untuk mendapatkan persamaannya dalam berbagai hal, pekerjaan, fasilitas umum dan lainnya, sebagai sesama manusia.

A Glimpse of The Journey Idul Fitri 2026

Sabtu pagi, 21 Maret 2026, pukul 6:00 WIB setelah berkendara santai lebih dari 4 jam sejak pukul 01:30 WIB, aku berhenti sejenak di sebuah j...