Showing posts with label Kartunis. Show all posts
Showing posts with label Kartunis. Show all posts
Monday, January 18, 2016
Sunday, January 17, 2016
Kartun Nakal | Naughty Cartoon
Danny Shanahan bekerja hampir 30 tahun di majalah The New Yorker, sebuah majalah Amerika yang khas berilustrasi kartun penuh. Selama 25 tahun ia menempati posisi salah satu staf kartunis. Meski demikian, karya-karyanya beserta karya kartunis lainnya tak serta merta dimuat. Dalam sekali terbit satu edisi mingguan, ada 500 ratusan lebih kartun yang masuk ke redaksi. Biasanya hanya 20 kartun yang diseleksi untuk dipajang. Salah satunya kartun ini. Wajar saja dengan jumlah sebanyak itu, meski sebuah kartun dengan ide bagus, lucu dan nakal akan menghadapi persaingan ide yang sama dengan ratusan lainnya yang juga kartunis reguler/biasa mengirim.
Kartun-kartun yang tak masuk seleksi dari mulai yang paling lucu, dungu, tolol, nakal, tidak dibuang di tempat sampah. Mereka dikumpulkan dan dipilih untuk diterbitkan menjadi buku. Isinya, tentu, tak hanya kartun-kartun Shanahan, tapi juga kartun dari kartunis-kartunis bagus lainnya.
Adalah Matthew Diffee, seorang penulis yang juga kartunis kontributor The New Yorker. Banyak karyanya yang tampil di majalah tersebut dan majalah Texas Monthly. Ia yang mengumpulkan dan menamai koleksi kartun-kartun "buangan" tersebut menjadi buku "The Best of the Rejection Collection: 293 Cartoons That Were Too Dumb, Too Dark, or Too Naughty for The New Yorker." Ia juga menyunting dua seri buku koleksi kartun yang sama; The Rejection Collection Cartoons You Never Saw, and Never Will See, in The New Yorker dan The Rejection Collection Vol. 2 The Cream of the Crap. Sayangnya buku-buku ini, seperti buku bergambar yang diimpor lainnya, belum banyak ditemui di toko buku di Indonesia, kecuali hanya sedikit saja. Dan, MAHAL. :D
Apa yang dilakukan Diffee, sekilas saya pikir, adalah sebuah ikhtiar/usaha menyelamatkan kartun itu sendiri, ide, menghindari plagiasi (penjiplakan), repetisi (pengulangan) ide, menjadi arsip yang berharga dan tentu menjadi kekuatan daya hidup; humor.
Saturday, February 21, 2015
Friday, January 16, 2015
Thursday, January 08, 2015
Thursday, December 04, 2014
Thursday, July 17, 2014
Sunday, June 15, 2014
Live caricature drawing at Erasmus Huis
Live caricature drawing at Erasmus Huis, Jakarta, June 4, 2010. This is on opening Hiperbola Cartoon Exhibition as a celebrate World Cup 2010.
Monday, November 04, 2013
Friday, March 08, 2013
Wednesday, February 06, 2013
Karikatur Bu Anik
Anik Rakhmawati seorang dosen seni rupa.
Tak ada kecemberutan ketika tahu dan lantas menyikapi karikatur semacam ini. Apalagi menganggap ini sebagai sebuah penghinaan terhadapnya. Ya, justru beliau girang dengan ini, tampak gembira sekali. Aku hanya hormat padanya dengan bikin ini. Ya, seharusnya karikatur tak lagi disikapi sebagai sebuah bentuk pelecehan, tapi bisa menjadi bentuk lain yang sejak awal memang mengandung humor. Aku senang bahwa beliau gembira dengan ini.
Tak ada kecemberutan ketika tahu dan lantas menyikapi karikatur semacam ini. Apalagi menganggap ini sebagai sebuah penghinaan terhadapnya. Ya, justru beliau girang dengan ini, tampak gembira sekali. Aku hanya hormat padanya dengan bikin ini. Ya, seharusnya karikatur tak lagi disikapi sebagai sebuah bentuk pelecehan, tapi bisa menjadi bentuk lain yang sejak awal memang mengandung humor. Aku senang bahwa beliau gembira dengan ini.
Friday, February 01, 2013
Buku Kumpulan Kartun Gag (Humor) Medic+oon
Gejala sosial ekonomi politik budaya dan tetek
bengek kehidupan berbangsa dan bernegara seperti tak mengijinkan kita
untuk menikmati gelak tawa meski dalam keadaan sendirian. Seakan untuk
tertawa begitu susahnya apalagi menertawakan diri sendiri,
kecuali mudah menertawakan orang lain. Jangan-jangan KITA SUDAH SAKIT
JIWA karena kurang tertawa dan tersenyum meski cuma mesam-mesem.
Kehadiran buku kumpulan gag (humor) kartun MEDICTOON sangat bermanfaat untuk merangsang saraf-saraf humor kita. Silakan, sempatkan barang sejenakpun untuk tertawa dengan menikmati kartun-kartun MEDICTOON ini. Ada di toko-toko buku (gramedia, gunung agung, intermedia dll)
harga Rp 38.000,-
Bagi yang berminat, silahkan transfer (Rp 38.000 + bea ongkir ) ke rek
BCA : 491-008-1107
MANDIRI : 116-000-546-8518
semua rekening a.n Heru Purwanto
Pengiriman menggunakan Pos Kilat Khusus
Tarip Pos Kilat Khusus silakan klik link berikut:
http://www.posindonesia.co.id/index.php/loginall-comuser-views/tarif-kiriman/kiriman-pos-domestik
Isi berat : 350 gram. Alamat pengirim : Tangerang
Makasih banyak dan SELAMAT YA mas Heru Purwanto Ipung, paket buku kartun Medictoon sudah di genggaman dengan aman. :D
Salam Sehat!
Kehadiran buku kumpulan gag (humor) kartun MEDICTOON sangat bermanfaat untuk merangsang saraf-saraf humor kita. Silakan, sempatkan barang sejenakpun untuk tertawa dengan menikmati kartun-kartun MEDICTOON ini. Ada di toko-toko buku (gramedia, gunung agung, intermedia dll)
harga Rp 38.000,-
Bagi yang berminat, silahkan transfer (Rp 38.000 + bea ongkir ) ke rek
BCA : 491-008-1107
MANDIRI : 116-000-546-8518
semua rekening a.n Heru Purwanto
Pengiriman menggunakan Pos Kilat Khusus
Tarip Pos Kilat Khusus silakan klik link berikut:
http://www.posindonesia.co.id/index.php/loginall-comuser-views/tarif-kiriman/kiriman-pos-domestik
Isi berat : 350 gram. Alamat pengirim : Tangerang
Makasih banyak dan SELAMAT YA mas Heru Purwanto Ipung, paket buku kartun Medictoon sudah di genggaman dengan aman. :D
Salam Sehat!
Sunday, January 20, 2013
Almarhum A Rafiq (5 Maret 1948 – 19 Januari 2013)
Waktu aku masih kecil sekali, sekitar 1996-1998, di layar kaca atau radio masih sering lagu-lagu A Rafiq diperdengarkan. Suaranya khas. Tak cuma itu, penyanyi dangdut satu ini nyentrik lain dari pada yang lain di Indonesia dalam hal penampilan. Kostum penampilannya bergaya kerah baju lebar dan celana longgar di ujung. Dia Elvis Presley-nya Indonesia dengan genre dangdut. Sabtu, 19 Januari 2013, kemarin ia meninggal dunia karena masalah kesehatan.
A tribute untuk mendiang A Rafiq.
A tribute untuk mendiang A Rafiq.
Labels:
caricature,
caricature karikatur caricaturist,
cartoon,
cartoonist,
dangdut,
ilustrasi,
Karikatur,
karikaturis,
Kartun,
Kartunis,
people,
portrait,
public,
Publik Figur,
puisi,
sajak,
sastra,
sastrawan,
tokoh
Thursday, January 17, 2013
Yuriy Kosoboukin [1950-2013]
Master kartun Ukraina meninggal dunia. Mengetahui berita ini dari beberapa orang admin Irancartoon.com yang menuliskannya di facebook mereka. Saat buka website irancarton di sana terpampang slide kartun-kartun Yuriy. Berikut surat irancartoon kepada keluarga Yuriy.
A Letter To His Family
We were so very saddened and devastated by the news that Yuriy Kosoboukin is died.
We know words cannot really help you right now, but please know how very much we care and feel for you in your loss.
Yuriy was such a caring and talented person, and he truly touched our lives.
We will never forget the trip that he came to Iran...
Such a sweet and inspiring soul, we will miss that smile very much.
We are so saddened by losing him from our lives.
Please, let us know if there is any way we can help you .
Our loves and support will always be here for you in your time of need. Once again, we are so sorry for your loss.
Our loves to you.
irancartoon
Goresan kartun Yuriy sangat khas. Bagi para kartunis maupun pemerhati dan pembacanya, dengan tanpa melihat tanda tangan/nama pembuatnya sudah bisa ditebak siapa kartunisnya. Seperti kartun dari master-master lainnya, kartun-kartun Yuriy nyaris tanpa kata (kartun non-verbal) namun pembaca tak sulit memahami maksudnya. Kepiawaiannya menggunakan simbol juga cara ungkapnya luar biasa.
Pengungkapan makna/maksud secara visual melalui tanda atau simbol ini sangatlah tidak mudah.
Memang ada kartun verbal, artinya kartun yang dapat dibangun kelucuan/humornya melalui menambahkan kata-kata ke dalam kartun itu. Biasanya itu seperti balon kata. Namun kartun non-verbal (tanpa kata) inilah yang lebih sulit diproduksi ketimbang kartun verbal. Selain kejelian dalam memahami persoalan juga yang lebih sulit bagaimana mengkomunikasikannya ke dalam media gambar melalui tanda-tanda/simbol, namun tetap mengandung unsur humor. Cara dan daya ungkap permasalahan yang kemudian bahkan diparodikan, komunikatif, humoris dan ironis semacam inilah yang jarang dikuasai orang. Tapi Yuriy adalah pengecualian. Ia ahlinya.
Informasi masih dari Irancartoon, berikut ini biografi, foto-foto dan juga karya-karyanya:
Biografi
Galeri foto
Galeri foto2
A Letter To His Family
We were so very saddened and devastated by the news that Yuriy Kosoboukin is died.
We know words cannot really help you right now, but please know how very much we care and feel for you in your loss.
Yuriy was such a caring and talented person, and he truly touched our lives.
We will never forget the trip that he came to Iran...
Such a sweet and inspiring soul, we will miss that smile very much.
We are so saddened by losing him from our lives.
Please, let us know if there is any way we can help you .
Our loves and support will always be here for you in your time of need. Once again, we are so sorry for your loss.
Our loves to you.
irancartoon
Goresan kartun Yuriy sangat khas. Bagi para kartunis maupun pemerhati dan pembacanya, dengan tanpa melihat tanda tangan/nama pembuatnya sudah bisa ditebak siapa kartunisnya. Seperti kartun dari master-master lainnya, kartun-kartun Yuriy nyaris tanpa kata (kartun non-verbal) namun pembaca tak sulit memahami maksudnya. Kepiawaiannya menggunakan simbol juga cara ungkapnya luar biasa.
Pengungkapan makna/maksud secara visual melalui tanda atau simbol ini sangatlah tidak mudah.
Memang ada kartun verbal, artinya kartun yang dapat dibangun kelucuan/humornya melalui menambahkan kata-kata ke dalam kartun itu. Biasanya itu seperti balon kata. Namun kartun non-verbal (tanpa kata) inilah yang lebih sulit diproduksi ketimbang kartun verbal. Selain kejelian dalam memahami persoalan juga yang lebih sulit bagaimana mengkomunikasikannya ke dalam media gambar melalui tanda-tanda/simbol, namun tetap mengandung unsur humor. Cara dan daya ungkap permasalahan yang kemudian bahkan diparodikan, komunikatif, humoris dan ironis semacam inilah yang jarang dikuasai orang. Tapi Yuriy adalah pengecualian. Ia ahlinya.
Informasi masih dari Irancartoon, berikut ini biografi, foto-foto dan juga karya-karyanya:
Biografi
Galeri foto
Galeri foto2
Sunday, January 06, 2013
Jaya Suprana?
Sempat bikin beberapa sketsa Jaya Suprana di sela keterbatasan waktu, karena ada beberapa pekerjaan yang ketat yang harus diselesaikan. Sketsa-sketsa itu rencana diikutkan untuk lomba karikatur Jaya Suprana tahun 2013 ini. Salah satu sketsa itu adalah yang ini. Entah ada beberapa hal yang menurut pribadi masih banyak kekurangan dengan penggarapan ini terutama pada anatomi sekitar mata. Tapi memang menikmati ketika membuat ini, coret-coreta arsir misalnya, itu menyenangkan. Itu serasa tanpa beban, spontan.
Ada banyak yang bisa dieksplorasi dari tokoh ini baik dari ide maupun bentuk secara anatomikal untuk dieksagerasi/dilebih-lebihkan. Namun, membuat sketsa-sketsa ini tampaknya hanya mengisi jeda waktu istirahat dari kepala yang penat dari pekerjaan yang lain. Meski ada beberapa ide lain untuk mendeformasi pada bagian wajah dan isi di dalam kepalanya. Sketsa-sketsa ini tak terselesaikan menjadi karya final untuk dikirim ke panitia lomba. Secara keseluruhan mengerjakannya memang menyenangkan.
Ada banyak yang bisa dieksplorasi dari tokoh ini baik dari ide maupun bentuk secara anatomikal untuk dieksagerasi/dilebih-lebihkan. Namun, membuat sketsa-sketsa ini tampaknya hanya mengisi jeda waktu istirahat dari kepala yang penat dari pekerjaan yang lain. Meski ada beberapa ide lain untuk mendeformasi pada bagian wajah dan isi di dalam kepalanya. Sketsa-sketsa ini tak terselesaikan menjadi karya final untuk dikirim ke panitia lomba. Secara keseluruhan mengerjakannya memang menyenangkan.
Thursday, December 20, 2012
Sunday, December 16, 2012
Going to school
Sekolah serasa menjadi tempat menakutkan, tak nyaman, untuk belajar dan bermain sekalipun. Bercermin pada lingkungan sekitar kita, di Indonesia tak hanya di sekolah, ruang publik kerap menjadi arena tawuran antar pelajar. Petuah-petuah guru (meski tak semuanya) seakan tak lagi memiliki kekuatan untuk merangsang pola pikir anak-anak. Guru (nampaknya) lebih memilih berperan sebagai pengajar ketimbang pendidik. Kurikulum juga tak mengubah hal lebih baik, kecuali semakin gencar mengejar akselerasi standar-standar empirik internasional dengan semakin menaikkan batas bawah nilai UAN yang meninggi. Kurikulum sudah abai pada porsi pembentukan watak dan nilai-nilai humanis. Juga anak-anak mengalami kekosongan atas tauladan-tauladan yang baik dari lingkungan sekitar, sampai pada pemimpin tertinggi.
Namun lingkungan keluarga justru yang paling mempengaruhi itu. Faktor kesejahteraan keluarga (menengah ke bawah) menjadi hal yang sungguh menyibukkan orang tua untuk mendapatkan kelayakan hidup dan pendidikan anak-anaknya. Sayangnya anak-anak luput dari perhatian mereka. Sebegitu kompleks.
Pendekatan melalui seni budaya patut didukung untuk lebih memiliki porsi besar dalam kurikulum baik oleh pemerintah pada taraf pendidikan nasional atau pun dalam lingkup kecil dalam sebuah keluarga.
Wednesday, December 12, 2012
Tuesday, December 11, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)
A Glimpse of The Journey Idul Fitri 2026
Sabtu pagi, 21 Maret 2026, pukul 6:00 WIB setelah berkendara santai lebih dari 4 jam sejak pukul 01:30 WIB, aku berhenti sejenak di sebuah j...
-
BIENNALE JAKARTA 2006 179 Pengurutan Nama di bawah ini berdasarkan Abjad ABAS ALIBASYAH, Jakarta Pelukis Abas Alibasyah, lahir di Purwakarta...
-
On Dec. 10, 2019 the first female flogger whipped a woman in public, in Banda Aceh.


















