Showing posts with label watercolor. Show all posts
Showing posts with label watercolor. Show all posts

Friday, January 29, 2016

Souvenir Buat Kawan


Kawan saat kuliahku, sekira seminggu lalu, memintaiku untuk membikinkan karikatur dirinya bersama calon istrinya. Ia hendak bikin lamaran pada Sabtu besok, 30 Januari 2016 ini. Ada beberapa gambar lain yang harus diselesaikan, dalam seminggu ini. Ini adalah gambar kedua. Ia hendak bikin dua frame. 

Sudah hampir beberapa bulan sejak Agustus 2015 lalu aku tak menggambar wajah seperti ini, terutama karikatur. Yang ini aku membikinkannya gambar potret saja. Meski menggambar karikatur menyenangkan, tapi setelah beberapa lama tak menggambar, rasanya perlu latihan keras lagi untuk menggambar karikatur, bahkan untuk menggambar potret sekalipun. Tentu saja baik gambar potret maupun karikatur sama-sama membutuhkan ketelitian, juga bagaimana membangun suasana atau orang bilang "mood."


****

Sudah sejak awal Juli 2015 atau dua minggu sebelum lebaran Idul Fitri aku meninggalkan Jakarta. Sejak saat itu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain untuk berkunjung menemui kawan-kawan dan berkegiatan. Sambil bepergian tapi juga mengerjakan pekerjaan yang harus segera diselesaikan karena pemberitahuan yang mendadak namun dengan tenggat waktu yang tak panjang. Akhir Januari 2016 ini aku baru kembali ke Jakarta. Hampir 7 bulan lamanya meninggalkan Jakarta.

Kembali berada di Jakarta rasa-rasanya menemukan kembali Jakarta yang dulu. Tentu saja Jakarta berubah, ada yang berubah baik namun ada juga yang stagnan. Rasa-rasanya, ingin segera kembali ke kebun dan sawah-sawah. Satu minggu di Jakarta tak beraktifitas di luar. Hanya berdiam diri. Hari ke-8 bepergian iseng, seperti biasanya yang aku lakukan. Kamis petang aku pergi hanya untuk mencari makan dan menikmati petang dan melihat orang-orang di area-area publik. Di KRL, stasiun, dan lain-lain. Melakukan kegiatan sketching (membuat sketsa) dan bincang-bincang di KRL.
Ah, segera jalan-jalan iseng seperti biasanya lagi.

Oh iya, selamat menikah, kawan!

Wednesday, September 03, 2014

Mengunjungi Kota Lama, Semarang (lagi)



Selasa sore kemarin, 02 September 2014, aku jalan-jalan sore di sekitar Jl. Gajahmada, Semarang. Ada dua kawan sudah berada di tempat saat aku tiba. Kami bikin sketsa hingga maghrib tiba. Dua kawan ini pulang. Aku melanjutkan jalan-jalan. Menyusuri gang dan tak disangka aku keluar di ujung gang masjid kauman Johar. Mampir sebentar di masjid lalu pergi dan menggambar di belakang gereja Blenduk, Kota Lama Semarang. Berikut hasil menggambar di kegelapan belakang samping gereja Blenduk.

Pukul 20.30 aku lantas mampir di kantor tabloid Cempaka. Bertemu kawan-kawan hangat hingga pukul 22.00. Aku bergegas pulang dengan pertimbangan angkutan yang semakin malam semakin jarang ada.

2 menit sekeluarku dari kantor seorang kawan yang lain memberi kabar apakah aku masih di kantor. Kami lalu bertemu di gereja Blenduk lalu ngobrol barang sebentar. Tak lama, ia mengantarku menunggu angkutan hingga di Java Mall, jarak yang cukup jauh dari gereja Blenduk. Aku membatin, pukul 22.00 angkutan sudah jarang sekali lewat. Jalanan juga relatif sepi. Dingin.

Menunggu dalam waktu yang lumayan di depan mall, datanglah angkutan. Kami berpisah.

Monday, July 28, 2014

Caricature of Denzel Washington

Denzel Washington

Salah satu film yang baru saja saya tonton adalah The Flight. The Flight merupakan film tentang bagaimana kalkulasi dari berbagai faktor yang bisa saja sebabkan terjadinya kecelakaan pesawat. Keadaan cuaca, alat transportasi itu sendiri, dan faktor manusia. Denzel memerankan Capt. Whip Whitaker, seorang pilot pesawat komersial. Saya menonton beberapa film yang dibintangi Denzel.

Monday, July 21, 2014

Life Drawing Friend


Dini hari jelang waktu subuh, satu sms muncul di layar telepon genggamku. "Ndan, sibuk? Bisa merapat? Ada Luluk," pesan pengirim sms, Agung. Seketika ia menjemputku dan kami bertemu dan mengobrol santai sambil menggambar. Luluk baru saja tiba di Jakarta. Ia lakukan perjalanan jauh dari Bengkulu. Ia mampir di Jakarta barang sehari dua hari, besok ia akan melanjutkan perjalanan, pulang, ke Semarang. Usai adzan waktu subuh, kami pulang dan istirahat.

Thursday, June 05, 2014

Karikatur | Caricature





Karikatur, caricature (bahasa Inggris), karikatur (bahasa Jerman), caricatuur (bahasa Belanda) semuanya berasal dari kata caricare (bahasa Italia, berarti melebih-lebihkan). Kata caricare sendiri ada hubungannya dengan kata lain, caratere (bahasa Italia), artinya character (bahasa Inggris), karakter (bahasa Belanda) dan dalam bahasa Indonesia artinya watak. Caricare ini juga berkaitan dengan kata “cara” (bahasa Spanyol) artinya wajah.

Dalam Encyclopedie International karikatur diartikan sebagai “a satire in a pictorial and sculptural form.” Artinya bahwa sindiran dalam bentuk gambar (dua dimensi) dan sculptural (tiga dimensi). Dalam Encyclopedie Britanica, caricature is the distorted presentation of a person, type or action, commonly a silent feature, is seized upon the exaggerated, or pictures or animals, birds or vegetables are substituted for barts of human being or analogy is made to animal actions
Karikatur sebagai penyajian/penggambaran seseorang dalam keadaan terdistorsi, yang dibuat secara berlebihan (mengadopsi bentuk) dari binatang, burung, atau sayur-sayuran, buah-buahan yang menggantikan bagian-bagian (anatomi) dari manusia sebagai analogi. Analogi itu bisa dimaksudkan sebagai sifat-sifat yang menyamai binatang dan lain-lain, namun itu tidak selalu dimaksudkan seperti itu.

Wajah, dalam karikatur, tentu saja memegang peranan penting dalam penggambaran watak seseorang dengan ciri-cirinya yang khas yang kemudian ditonjolkan atau dilebih-lebihkan (exaggeration) itu.


Jadi, karikatur adalah cara menggambarkan orang (wajah) dengan sengaja melebih-lebihkan atau mendistorsi ciri khas bagian tertentu dari suatu objek, penampilan mereka dan sifat-sifat karakteristik mereka namun tetap mempertahankan kemiripan.
"Caricatures are a way of portraying people by intentionally exaggerating or distorting their appearance and their characteristic traits while still maintaining a likeness."

In practice, creating a caricature depends on two equally important elements (Ada dua elemen yang sama penting dalam membuat karikatur):
  1. The visual experience; how we see the subject’s features, the impression we have of the subject’s physical appearance. (Pengalaman visual kita, yaitu bagaimana kesan kita melihat penampilan seseorang itu secara fisik. Misal saja bentuk wajahnya bulat, kotak, lonjong, hidungnya mancung, mulut lebar, bibir tebal dll).
  2. Knowledge (or intuition) of the intimate character of the person (Pengetahuan atau intuisi kita terhadap watak seseorang). 



Sunday, March 09, 2014

Charles Dickens - Watercolor


Gambar ini dibuat dengan medium cat air (watercolor). Satu bagian dari beberapa proses saat membuat gambar sastrawan Charles Dickens. 

Menggambar dengan medium cat air pada tahap proses dan hasil akhir biasanya akan tampak berbeda. Perbedaan itu mencolok terutama pada saat gambar/lukisan cat air masih basah. Namun pada tahap jadi (kering), hasil akhirnya terkadang tak sesuai pada saat masih biasa, sehingga sering diulang atau dipertebal/diperjelas warna yang kita inginkan.

Pada saat lukisan masih basah, warna cat tampak begitu pekat, namun pada saat kering seakan-akan warna itu memudar atau sangat tipis. Tentu saja ini diakibatkan sifat basah air yang membuat warna pigmen itu tampak penuh/pekat karena belum mengendap. Ini perlu latihan terus menerus untuk mengenali bagaimana karakteristik/sifat-sifat dari pada cat air.

Menarik jika proses ini diamati.

Monday, April 29, 2013

Medium Cat Air (2)






Medium untuk membuat gambar ada banyak ragam, dari yang tradisional sampai digital. Medium tradisional juga bisa disebut medium konvensional yang memanfaatkan beberapa alat dengan menggoreskan, menuangkan, atau meletakkannya di satu bidang secara langsung.  Sementara medium digital berbeda dengan medium konvensional tradisional. Medium digital memanfaatkan seperangkat alat yang sudah dirancang khusus secara digital. Misal saja dengan menggunakan aplikasi/software yang diciptakan untuk itu, seperti Aplikasi Photoshop, Corel Painter, Art Rage, dan semacamnya dengan menggunakan mouse/mouse pen/touch pad.

Menggambar dengan menggunakan medium Cat Air (Watercolor/Aquarelle) memiliki tantangan tersendiri. Medium ini berbeda dari beberapa medium lainnya. Cat yang berbasis air dengan teknik-teknik tertentu (transaparan, wet on wet dan lain-lain) ini hampir hasilnya selalu tak terduga setelah gambar mengalami tahap akhir yaitu kering. Cat Air umumnya diaplikasikan pada medium lain sebagai bidang gambarnya, yaitu kertas. Kertas ini dibuat secara khusus untuk medium Cat Air, namun selain kertas jenis ini juga bisa dicoba. Tak tertentu pada hanya kertas khusus Cat Air atau kertas, Cat Air bisa juga diaplikasikan pada medium yang lain yang bisa terus dikembangkan. Misalnya pada kanvas, Hardboard, kain, dan lain-lain. Tentu ini membutuhkan semangat eksplorasi sehingga memunculkan alternatif medium-medium baru juga teknik-teknik yang lain. Melalui semangat ekslporasi inilah akan muncul berbagai macam hal yang berkaitan dengan medium Cat Air dan menjadikannya lebih kaya.

Ada semacam adagium bahwa medium Cat Air ini cukup "ditakuti" terutama orang-orang yang tak terbiasa dengan Cat Air. Karena karakteristiknya yang cair, mudah bercampur dan menyatu namun tak mudah dikendalikan, teknik sapuan yang secukupnya (karena secara umum menggunakan bidang kertas), juga kita tak tahu dari hasil akhirnya seperti apa karena ketakterdugaan itu. Berbeda dengan medium cat lain misalnya Cat Minyak (Oil Color) dan Akrilik (Acrylic) dimana medium-medium ini sekali salah masih mudah untuk dikoreksi dengan memberi sapuan berikutnya sesuai yang diinginkan. Namun, dibandingkan dengan medium Cat Air ini berbeda.


Semoga saja bisa mengulas lebih lanjut.

Sunday, April 28, 2013

Medium Cat Air




Medium untuk membuat gambar ada banyak ragam, dari yang tradisional sampai digital. Medium tradisional juga bisa disebut medium konvensional yang memanfaatkan beberapa alat dengan menggoreskan, menuangkan, atau meletakkannya di satu bidang secara langsung.  Sementara medium digital berbeda dengan medium konvensional tradisional. Medium digital memanfaatkan seperangkat alat yang sudah dirancang khusus secara digital. Misal saja dengan menggunakan aplikasi/software yang diciptakan untuk itu, seperti Aplikasi Photoshop, Corel Painter, Art Rage, dan semacamnya dengan menggunakan mouse/mouse pen/touch pad.

Menggambar dengan menggunakan medium Cat Air (Watercolor/Aquarelle) memiliki tantangan tersendiri. Medium ini berbeda dari beberapa medium lainnya. Cat yang berbasis air dengan teknik-teknik tertentu (transaparan, wet on wet dan lain-lain) ini hampir hasilnya selalu tak terduga setelah gambar mengalami tahap akhir yaitu kering. Cat Air umumnya diaplikasikan pada medium lain sebagai bidang gambarnya, yaitu kertas. Kertas ini dibuat secara khusus untuk medium Cat Air, namun selain kertas jenis ini juga bisa dicoba. Tak tertentu pada hanya kertas khusus Cat Air atau kertas, Cat Air bisa juga diaplikasikan pada medium yang lain yang bisa terus dikembangkan. Misalnya pada kanvas, Hardboard, kain, dan lain-lain. Tentu ini membutuhkan semangat eksplorasi sehingga memunculkan alternatif medium-medium baru juga teknik-teknik yang lain. Melalui semangat ekslporasi inilah akan muncul berbagai macam hal yang berkaitan dengan medium Cat Air dan menjadi lebih kaya.

A Glimpse of The Journey Idul Fitri 2026

Sabtu pagi, 21 Maret 2026, pukul 6:00 WIB setelah berkendara santai lebih dari 4 jam sejak pukul 01:30 WIB, aku berhenti sejenak di sebuah j...