Showing posts with label seni. Show all posts
Showing posts with label seni. Show all posts

Monday, August 11, 2014

Sketsa Kota Lama Semarang


Aku ingat pada pertengahan Agustus 2010 naik kereta dari stasiun Pasar Senen, Jakarta dan turun di stasiun Tawang, Semarang. Setiba di stasiun siang itu dengan ransel carrier berat aku berjalan kaki hingga ke kawasan Kota Lama. Kota Lama tak jauh dari stasiun, jaraknya kurang lebih 300 meter.

Aku duduk di seberang taman, belakangan aku tahu itu taman Srigunting. Taman Srigunting berlokasi di samping gereja Blenduk. Siang jelang sore aku menggambar gambar perspektif sudut jalan dengan gereja dari seberang taman. Suasana saat itu belum seramai sekarang.

Minggu sore kemarin aku menggambar di tempat yang sama. Aku menggambar sudut berlawanan dari gambar tahun 2010. Secara fisik Kota Lama tak berubah, karena memang statusnya sebagai kawasan cagar budaya. Di sana terdapat banyak bangunan-bangunan tua peninggalan sejarah. Jika menonton film GIE (Soe Hok Gie) tentu saja ada adegan yang dibuat di Kota Lama ini.

Beberapa tahun terakhir suasana taman dan Kota Lama mulai ramai dipenuhi kegiatan. Seperti ada gerakan untuk menghidupkan kembali kesadaran masyarakat tentang sejarah. Tak heran jika beberapa program acara berbasis seni budaya dihelat di kawasan ini. Misal saja, beberapa waktu lalu sempat aku berkunjung, ada pameran gambar, foto, pentas lakon kesenian tradisional, kelompok-kelompok kreatif dan lain-lain.

Kali ini aku berkunjung ke Semarang dan di sini sedang diadakan pameran sketsa dalam rangka dua tahun kelompok Arsisketur di Galeri Semarang. Beberapa kawan juga datang dari luar Semarang; Sidoarjo, Jogja, Bali dan lain-lain. Bertepatan pula sedang diadakan pasar Klithikan, menjual benda-benda kuno dan lain-lain, yang dijadwalkan setiap sebulan sekali yaitu pada hari Minggu pada minggu kedua.

Thursday, January 24, 2013

Ulang Tahun Nabi Muhammad SAW


Selamat Ulang tahun Muhammad SAW putra Ibu Siti Aminah dan Pak Abdullah. Sholawat serta salam selalu mengalir untukmu.
(Semoga tak ada yang cekcok berdebat hanya karena tahun ini bertepatan dengan tanggal 24 Januari, atau kenapa tidak hari jumat besok saja :D)

Kelahiran menjadi begitu disyukuri.
Sesuatu yang tak ada sebelumnya, lantas hadir.
Nongoooool begitu.
Sesuatu yang gelap, lalu benderang terang.
Sesuatu yang lesu lantas bersemangat.
Pantas dan maklum saja lah jikalau kita mengingat hari lahir dengan terus berlaku baik sebagai bentuk syukur. Ya rasa terima kasih lah begitu. Jika kita sadar makna itu.

Mengingat diri yang bermula.
Menyulut hati yang rendah hati karena tahu asal mula dari ke-ada-an kita.
Membuang kesombongan karena kita bercermin pada awal mula kita yang rapuh.
Menimbang langkah kita telah kemana saja, karena awal mula kita lahir lalu merangkak.

Peringatan dan acara Maulid itu bagus dan dianjurkan karena membawa pada kebaikan. Selain membaca sholawat, puja puji, Qasidah burdah dan Barzanji, menambah keakraban, kumpul-kumpul persaudaraan. Yang mula-mula orang saling cekcok berkumpul dan bertemu jadi baikan, bergerak dalam hal baik. Tidak ada yang isinya berjudi sambil minum-minuman keras atau menyembah setan atau semacamnya. Penekanan adalah pada isinya yaitu yang tak bertentangan dengan syariat, tentu kegiatan bagus.

Di pedesaan, di kampung, di lembaga pendidikan pesantren, maulid diisi dengan kegiatan seperti kegiatan rutin setiap malam hari Jum'at yaitu orang-orang membaca sholawat, Barzanji, Qasidah Burdah bersama. Mereka duduk bersila, berjejer melingkari ruangan lalu bernyanyi dengan suara-suara dan lagu-lagu indah dari syair-syair dahsyat kiai-kiai yang juga merupakan sastrawan abad-abad silam di Timur tengah. Selain bentuk syiar juga meningkatkan kecintaan terhadap nabi SAW.

Terlalu jauh jika dipandang dan dipermasalahkan sebagai sebuah bid'ah sayi'ah (sesuatu yang baru ada dan buruk). Sesuatu yang dianggap mengada-ada dan menyimpang dari Islam.

Memang tak terelakkan dari sejarah peringatan maulid nabi mulai ada. Itu sebagai media persatuan pada saat itu, karena pergolakan dan peperangan di timur tengah. Dan itu baru ada setelah nabi wafat. Peringatan maulid nabi yang pada umumnya dilaksanakan ITU JUSTRU "TELAT." Kalau kita jeli, membaca dan kaitkan dengan sejarah, kita hendaknya malu. Bahkan Nabi selalu melakukan peringatan (maulid, perbuatan syukur) terhadap hari lahirnya. Tidak cuma setahun sekali, tapi seminggu sekali.

Itu sejarah kenapa kita (yang) melakukan puasa hari Senin. Itu kalau kita sadar dan tahu, jadi, menganggapnya tak hanya sekedar tahu sebagai sebuah kesunnahan, tapi tahu sejarah kenapa ada puasa hari Senin. Hari Senin adalah hari nabi Muhammad dilahirkan. Nabi peringati hari lahirnya dengan berpuasa Senin setiap seminggu sekali sebagai bentuk syukur pada Tuhannya. Indah kalau kita melihat dan meniru laku cara hidup Nabi SAW. Dan kita, di luaran sana juga di sini masih saja memperdebatkan antara maulid Nabi bagian dari Islam atau sesuatu yang mengada-ada (bid'ah sayi-ah). Yang penting itu tak bertentangan dengan syariat. Sudah, selesai. Mari kita hidupkan syiarnya. 


Kata Allah, "Aku tak bikin malaikat, surga, neraka, alam dan seisinya kecuali karna Muhammad." Itulah sejarah puasa senin, sejarah Islam, sejarah manusia, sejarah alam semesta, sejarah penciptaan.

Semoga kita mendapatkan tetesan sholawat dan salam dari cucuran ember nabi SAW karena kita panjatkan kepadanya terus menerus dan tertampung di ember-embernya sehingga meluber dan tumpahan salam itulah semoga dihibahkan untuk kita. Amin

إنّ الله وملائكته يصلّون على النّبيّ يايّهاالّذين امنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما

A Glimpse of The Journey Idul Fitri 2026

Sabtu pagi, 21 Maret 2026, pukul 6:00 WIB setelah berkendara santai lebih dari 4 jam sejak pukul 01:30 WIB, aku berhenti sejenak di sebuah j...