Showing posts with label artist. Show all posts
Showing posts with label artist. Show all posts
Thursday, July 17, 2014
Sunday, June 08, 2014
Friday, December 13, 2013
Karikatur Timur Sinar Suprabana
Karikatur Penyair Timur Sinar Suprabana.
Timur Sinar Suprabana .......:
"sejujurnya....
HASIL KARYA panjenengan MELAMPAUI bayangan saya, mas Toni Malakian.
MATURNUWUN."
"sejujurnya....
HASIL KARYA panjenengan MELAMPAUI bayangan saya, mas Toni Malakian.
MATURNUWUN."
Monday, July 15, 2013
15 Juli Ulang tahun Rembrandt ke 407
Hari ini, 15 Juli 2013, adalah 407 tahun lalu kapan Perupa Belanda Rembrandt Harmenszoon van Rijn dilahirkan. Kita lebih sering mengenalnya dengan Rembrandt. Ia salah seorang paling penting dalam sejarah seni rupa di Belanda. Pun, ia juga salah seorang perupa besar dalam sejarah seni rupa lukisan dan "printmaking" di Eropa, bahkan dunia.
Ada hal penting bagi kita untuk merenungi kembali hakikat-hakikat kelahiran dan kematian kita; hidup kita. Seberapa lama usia atau hidup seseorang bukanlah hal penting, tapi hal yang paling penting justru kemanfaatan apa yang ia perbuat pada rentang waktu hidupnya. Kita banyak mendengar, mengenal ide-ide, gagasan-gagasan, penemuan-penemuan, apa yang diperbuat seseorang yang lantas kita menyebutnya sebagai kemanfaatan. Kemanfaatan bagi sesama, bagi pengetahuan, bagi alam semesta inilah yang langgeng.
Kita mengenal Soekarno dan para pendiri negara bangsa ini, KH. Hasyim Asy'ari, KH. Ahmad Dahlan, KH. Wahid Hasyim, Ki Hajar Dewantara dan lain-lain. Mereka tiada, tapi apa yang mereka perjuangkan kita rasakan sekarang. Ada Muhammad SAW, Gandhi, Martin Luther, Mother Theresa, Ibrahim Lincoln, Ibnu Khaldun, Ibnu Farabi, Ibnu Sina, Rembrandt, Raden Saleh dan lain-lain. Hidup mereka memiliki kemanfaatan. Rata-rata usia mereka tak sampai 100 tahun, tapi kemanfaatannya sepanjang lama.
Gambarku ini aku buat pada tahun 2006 lalu. Aku berkunjung ke Jakarta untuk keperluan kegiatan perkuliahanku. Dalam persinggahanku aku bikin gambar-gambar semacam ini. Aku perlu banyak berlatih atau bisa disebut kegiatan nggambarku ini sebagai iseng-iseng.
Ada hal penting bagi kita untuk merenungi kembali hakikat-hakikat kelahiran dan kematian kita; hidup kita. Seberapa lama usia atau hidup seseorang bukanlah hal penting, tapi hal yang paling penting justru kemanfaatan apa yang ia perbuat pada rentang waktu hidupnya. Kita banyak mendengar, mengenal ide-ide, gagasan-gagasan, penemuan-penemuan, apa yang diperbuat seseorang yang lantas kita menyebutnya sebagai kemanfaatan. Kemanfaatan bagi sesama, bagi pengetahuan, bagi alam semesta inilah yang langgeng.
Kita mengenal Soekarno dan para pendiri negara bangsa ini, KH. Hasyim Asy'ari, KH. Ahmad Dahlan, KH. Wahid Hasyim, Ki Hajar Dewantara dan lain-lain. Mereka tiada, tapi apa yang mereka perjuangkan kita rasakan sekarang. Ada Muhammad SAW, Gandhi, Martin Luther, Mother Theresa, Ibrahim Lincoln, Ibnu Khaldun, Ibnu Farabi, Ibnu Sina, Rembrandt, Raden Saleh dan lain-lain. Hidup mereka memiliki kemanfaatan. Rata-rata usia mereka tak sampai 100 tahun, tapi kemanfaatannya sepanjang lama.
Gambarku ini aku buat pada tahun 2006 lalu. Aku berkunjung ke Jakarta untuk keperluan kegiatan perkuliahanku. Dalam persinggahanku aku bikin gambar-gambar semacam ini. Aku perlu banyak berlatih atau bisa disebut kegiatan nggambarku ini sebagai iseng-iseng.
Thursday, January 17, 2013
Yuriy Kosoboukin [1950-2013]
Master kartun Ukraina meninggal dunia. Mengetahui berita ini dari beberapa orang admin Irancartoon.com yang menuliskannya di facebook mereka. Saat buka website irancarton di sana terpampang slide kartun-kartun Yuriy. Berikut surat irancartoon kepada keluarga Yuriy.
A Letter To His Family
We were so very saddened and devastated by the news that Yuriy Kosoboukin is died.
We know words cannot really help you right now, but please know how very much we care and feel for you in your loss.
Yuriy was such a caring and talented person, and he truly touched our lives.
We will never forget the trip that he came to Iran...
Such a sweet and inspiring soul, we will miss that smile very much.
We are so saddened by losing him from our lives.
Please, let us know if there is any way we can help you .
Our loves and support will always be here for you in your time of need. Once again, we are so sorry for your loss.
Our loves to you.
irancartoon
Goresan kartun Yuriy sangat khas. Bagi para kartunis maupun pemerhati dan pembacanya, dengan tanpa melihat tanda tangan/nama pembuatnya sudah bisa ditebak siapa kartunisnya. Seperti kartun dari master-master lainnya, kartun-kartun Yuriy nyaris tanpa kata (kartun non-verbal) namun pembaca tak sulit memahami maksudnya. Kepiawaiannya menggunakan simbol juga cara ungkapnya luar biasa.
Pengungkapan makna/maksud secara visual melalui tanda atau simbol ini sangatlah tidak mudah.
Memang ada kartun verbal, artinya kartun yang dapat dibangun kelucuan/humornya melalui menambahkan kata-kata ke dalam kartun itu. Biasanya itu seperti balon kata. Namun kartun non-verbal (tanpa kata) inilah yang lebih sulit diproduksi ketimbang kartun verbal. Selain kejelian dalam memahami persoalan juga yang lebih sulit bagaimana mengkomunikasikannya ke dalam media gambar melalui tanda-tanda/simbol, namun tetap mengandung unsur humor. Cara dan daya ungkap permasalahan yang kemudian bahkan diparodikan, komunikatif, humoris dan ironis semacam inilah yang jarang dikuasai orang. Tapi Yuriy adalah pengecualian. Ia ahlinya.
Informasi masih dari Irancartoon, berikut ini biografi, foto-foto dan juga karya-karyanya:
Biografi
Galeri foto
Galeri foto2
A Letter To His Family
We were so very saddened and devastated by the news that Yuriy Kosoboukin is died.
We know words cannot really help you right now, but please know how very much we care and feel for you in your loss.
Yuriy was such a caring and talented person, and he truly touched our lives.
We will never forget the trip that he came to Iran...
Such a sweet and inspiring soul, we will miss that smile very much.
We are so saddened by losing him from our lives.
Please, let us know if there is any way we can help you .
Our loves and support will always be here for you in your time of need. Once again, we are so sorry for your loss.
Our loves to you.
irancartoon
Goresan kartun Yuriy sangat khas. Bagi para kartunis maupun pemerhati dan pembacanya, dengan tanpa melihat tanda tangan/nama pembuatnya sudah bisa ditebak siapa kartunisnya. Seperti kartun dari master-master lainnya, kartun-kartun Yuriy nyaris tanpa kata (kartun non-verbal) namun pembaca tak sulit memahami maksudnya. Kepiawaiannya menggunakan simbol juga cara ungkapnya luar biasa.
Pengungkapan makna/maksud secara visual melalui tanda atau simbol ini sangatlah tidak mudah.
Memang ada kartun verbal, artinya kartun yang dapat dibangun kelucuan/humornya melalui menambahkan kata-kata ke dalam kartun itu. Biasanya itu seperti balon kata. Namun kartun non-verbal (tanpa kata) inilah yang lebih sulit diproduksi ketimbang kartun verbal. Selain kejelian dalam memahami persoalan juga yang lebih sulit bagaimana mengkomunikasikannya ke dalam media gambar melalui tanda-tanda/simbol, namun tetap mengandung unsur humor. Cara dan daya ungkap permasalahan yang kemudian bahkan diparodikan, komunikatif, humoris dan ironis semacam inilah yang jarang dikuasai orang. Tapi Yuriy adalah pengecualian. Ia ahlinya.
Informasi masih dari Irancartoon, berikut ini biografi, foto-foto dan juga karya-karyanya:
Biografi
Galeri foto
Galeri foto2
Thursday, January 10, 2013
Spontanitas dalam Goresan Sketsa
spontan dan tak punya kewajiban untuk
mempermanis gambar tersebut rasanya
menjadi kebebasan mutlak mereka."
Sketcher atau penyeket, yang tergabung dalam Indonesia’s Sketchers, memang mengamini kebebasan
tersebut. Bagaimana tidak, jika kebanyakan hasil dari menggambar akan lebih menarik perhatian dan disebut indah ketika goresan gambar tersebut tertata dengan rapi, disketsa, keindahan itu terlihat bila sebuah gambar dengan garis-garis yang agak karutmarut berhasil menunjukkan
ciri ataupun sisi humanis dari sebuah objek.
Bebas, spontan, dan tidak membutuhkan keakuratan garis barangkali menjadi paham yang digunakan oleh para penyeket. Mensketsa objek nyata yang ada di hadapan mereka dalam beberapa menit dilakukan oleh para penyeket dengan menggunakan paham tersebut.
![]() |
| Kawasan Pasar Antik, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat. |
Penyeket yang juga bekerja sebagai dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanegara itu menceritakan bahwa aktivitas yang dilakukan Indonesia’s Sketchers selama ini memang tidak memiliki kriteria khusus dalam penentuan objek. Meski begitu, program bernama Sketsa Bersama yang dilakukan satu bulan sekali itu biasa memilih tempat tempat pusat keramaian.
”Sketsa itu kan sifatnya lebih spontan.
Makanya, digambarnya pun
langsung pakai pen.”
NASHIR SETIAWAN
[Koordinator Program
Indonesia’s Sketchers]
Sebelum menggelar Sketsa Bersama, mereka terlebih dahulu berkumpul dan berembuk untuk menentukan lokasi menggambar mereka. ”Biasanya kalau sudah ketemu lokasinya, kita akan menentukan objek apa dari sekitar tempat tersebut yang dapat digambar. Tidak semua bisa digambar karena yang digambar itu harus objek yang bisa mencirikan atau salah satu keunikan wilayah tersebut,”katanya.
Nashir mengatakan, tempat wisata ramai menjadi salah satu tempat yang tepat untuk gelaran rutin mereka. ”Kita pilih tempat yang lebih terbuka. Ini juga agar dapat diapresiasi oleh orang lain,” imbuhnya. Pada saat itulah, tambah Nashir, Indonesia’s Sketchers kemudian menemukan orangorang baru yang tertarik dengan dunia gambar-menggambar ini. Tidak sampai di situ,kegiatan mensketsa ini pun kemudian mempersilakan para anggota Indonesia’s Sketchers atau masyarakat yang baru bergabung untuk menggelar hasil sketsa mereka.
Sketsa-sketsa tersebut digelar bukan untuk dijual, melainkan dipajang agar dapat langsung dikomentari apakah masih kurang atau sudah bagus. Kegiatan para anggota Indonesia’s Sketchers ini juga dapat dilihat dengan mudah di ruang seni terbuka seperti Taman Suropati ataupun Kota Tua. Mereka lebih sering mensketsa bangunan atau landscape.
![]() |
| Pertunjukan Wayang kulit di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta. |
Menurut Nashir,objek tersebut dapat disketsa dengan lebih cepat dibandingkan menggunakan manusia sebagai objek. ”Memang kalau bertemu itu kita lebih banyak menggambar landscape karena lebih cepat. Objek yang stay dan tidak bergerak, lebih membutuhkan sedikit waktu. Sedangkan menggambar orang itu pasti akan lebih banyak waktu karena mereka bergerak,”katanya.
Salah satu anggota Indonesia’s Sketchers Toni Malakian menceritakan pada awalnya sebuah sketsa dibuat tanpa perlu menggunakan teknik. Sulit mungkin,namun ada kesenangan tersendiri yang dihasilkan dari sketsa-sketsa tersebut. ”Untuk awalnya sebenarnya enggak perlu pakai teknik. Kita pakai intuisi aja, pakai feeling, dan kejelian mengamati,” katanya.
Dari sana, kata Toni, penyeket akan mengasah kepekaannya dalam mengamati sebuah objek. Merekam objek dengan cepat dalam ingatan adalah hal yang penting. ”Saya sering menggambar orang.Lagi asyikasyiknya bikin sketsa, eh dia pergi. Tapi, itulah asyiknya. Karena kita sudah menghafal bentuk kaki atau elemen lainnya, jadi bisa kita teruskan sendiri,” akunya.
Indonesia’s Sketchers awalnya dibentuk karena keinginan seorang wanita bernama Atit Dwi Indarty, 27, yang merasa penyeket di Indonesia tidak memiliki wadah sendiri. Padahal di dunia sudah ada Urban Sketchers yang anggotanya terdiri atas para penyeket dari seluruh dunia. Usut punya usut, Atit akhirnya bertemu Dhar Chedar,43,yang merupakan kontributor Urban Sketchers di Indonesia.
Dari sanalah keduanya mengumpulkan para penyeket Indonesia dalam satu komunitas dan akhirnya terbentuk pada Agustus 2009. Nashir mengatakan bahwa Indonesia’s Sketchers saat ini sudah mengumpulkan lebih dari 5.000 anggota, baik yang aktif ataupun tidak aktif dari seluruh Indonesia.
Di Jakarta ada sekitar 1.500 orang,yang aktif di angka 30-50 orang. Dalam waktu dekat ini, Nashir mengatakan, Indonesia’s Sketchers berencana bertemu untuk membahas program lebih lanjut yang akan mereka lakukan. ● Harian Seputar Indonesia | Reporter: Megiza
*Liputan Indonesia's Sketchers di Harian Seputar Indonesia.
Sunday, January 06, 2013
Jaya Suprana?
Sempat bikin beberapa sketsa Jaya Suprana di sela keterbatasan waktu, karena ada beberapa pekerjaan yang ketat yang harus diselesaikan. Sketsa-sketsa itu rencana diikutkan untuk lomba karikatur Jaya Suprana tahun 2013 ini. Salah satu sketsa itu adalah yang ini. Entah ada beberapa hal yang menurut pribadi masih banyak kekurangan dengan penggarapan ini terutama pada anatomi sekitar mata. Tapi memang menikmati ketika membuat ini, coret-coreta arsir misalnya, itu menyenangkan. Itu serasa tanpa beban, spontan.
Ada banyak yang bisa dieksplorasi dari tokoh ini baik dari ide maupun bentuk secara anatomikal untuk dieksagerasi/dilebih-lebihkan. Namun, membuat sketsa-sketsa ini tampaknya hanya mengisi jeda waktu istirahat dari kepala yang penat dari pekerjaan yang lain. Meski ada beberapa ide lain untuk mendeformasi pada bagian wajah dan isi di dalam kepalanya. Sketsa-sketsa ini tak terselesaikan menjadi karya final untuk dikirim ke panitia lomba. Secara keseluruhan mengerjakannya memang menyenangkan.
Ada banyak yang bisa dieksplorasi dari tokoh ini baik dari ide maupun bentuk secara anatomikal untuk dieksagerasi/dilebih-lebihkan. Namun, membuat sketsa-sketsa ini tampaknya hanya mengisi jeda waktu istirahat dari kepala yang penat dari pekerjaan yang lain. Meski ada beberapa ide lain untuk mendeformasi pada bagian wajah dan isi di dalam kepalanya. Sketsa-sketsa ini tak terselesaikan menjadi karya final untuk dikirim ke panitia lomba. Secara keseluruhan mengerjakannya memang menyenangkan.
Saturday, December 22, 2012
Thursday, December 20, 2012
Thursday, December 13, 2012
Tuesday, December 11, 2012
Friday, December 07, 2012
Sunday, July 31, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)
A Glimpse of The Journey Idul Fitri 2026
Sabtu pagi, 21 Maret 2026, pukul 6:00 WIB setelah berkendara santai lebih dari 4 jam sejak pukul 01:30 WIB, aku berhenti sejenak di sebuah j...
-
BIENNALE JAKARTA 2006 179 Pengurutan Nama di bawah ini berdasarkan Abjad ABAS ALIBASYAH, Jakarta Pelukis Abas Alibasyah, lahir di Purwakarta...
-
KMAREN SAYA ULTAH TAPI TAK MERAYAKANNYA. SAYA MERAYAKANNYA DENGAN MENGERJAKAN TUGAS-TUGAS KULIAH; TUGAS UAS. HEBAT YA SAYA. MALAM ITU, SAYA ...





nasoke.jpg)








