Showing posts with label pelajar. Show all posts
Showing posts with label pelajar. Show all posts

Saturday, December 29, 2012

SAJAK PERTEMUAN MAHASISWA - WS Rendra

SAJAK PERTEMUAN MAHASISWA
Oleh :

W.S. Rendra
Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.
Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini
memeriksa keadaan.
Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “ Kami ada maksud baik “
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”
Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”
Kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.
Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.
Tentu kita bertanya :
“Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”
Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan ?
Sebentar lagi matahari akan tenggelam.
Malam akan tiba.
Cicak-cicak berbunyi di tembok.
Dan rembulan akan berlayar.
Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda.
Akan hidup di dalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.
Dan esok hari
matahari akan terbit kembali.
Sementara hari baru menjelma.
Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan.
Atau masuk ke sungai
menjadi ombak di samodra.
Di bawah matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !
Jakarta 1 Desember 1977

Sunday, December 16, 2012

Going to school


Tragedi penembakan di sekolah anak-anak kembali terjadi di Amerika, 14 Desember 2012, Jumat pagi waktu setempat. 20 anak siswa Elementary Sandy Hook School, Connecticut menjadi korban tewas seketika dan beberapa orang dewasa. Adam Lanza (20) pelakunya.

Sekolah serasa menjadi tempat menakutkan, tak nyaman, untuk belajar dan bermain sekalipun. Bercermin pada lingkungan sekitar kita, di Indonesia tak hanya di sekolah, ruang publik kerap menjadi arena tawuran antar pelajar. Petuah-petuah guru (meski tak semuanya) seakan tak lagi memiliki kekuatan untuk merangsang pola pikir anak-anak. Guru (nampaknya) lebih memilih berperan sebagai pengajar ketimbang pendidik. Kurikulum juga tak mengubah hal lebih baik, kecuali semakin gencar mengejar akselerasi standar-standar empirik internasional dengan semakin menaikkan batas bawah nilai UAN yang meninggi. Kurikulum sudah abai pada porsi pembentukan watak dan nilai-nilai humanis. Juga anak-anak mengalami kekosongan atas tauladan-tauladan yang baik dari lingkungan sekitar, sampai pada pemimpin tertinggi.

Namun lingkungan keluarga justru yang paling mempengaruhi itu. Faktor kesejahteraan keluarga (menengah ke bawah) menjadi hal yang sungguh menyibukkan orang tua untuk mendapatkan kelayakan hidup dan pendidikan anak-anaknya. Sayangnya anak-anak luput dari perhatian mereka. Sebegitu kompleks.

Pendekatan melalui seni budaya patut didukung untuk lebih memiliki porsi besar dalam kurikulum baik oleh pemerintah pada taraf pendidikan nasional atau pun dalam lingkup kecil dalam sebuah keluarga.

A Glimpse of The Journey Idul Fitri 2026

Sabtu pagi, 21 Maret 2026, pukul 6:00 WIB setelah berkendara santai lebih dari 4 jam sejak pukul 01:30 WIB, aku berhenti sejenak di sebuah j...