Saturday, March 14, 2026

Kami Bersama Andrie Yunus

 

Kamis petang, 12 Maret 2026, setelah Aksi Kamisan ke-901 di depan Istana Merdeka Jakarta, bersama kawan-kawan aku berbuka bareng dari sumbangan takjil yang banyak dari kawan. Kami mengerumuni panganan dan berbincang. Sebelumnya aku mendengar ada acara buka bersama di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), namun itu lebih kepada acara internal.
 
Kamis malam pukul 23:37 WIB, seorang pengendara motor berboncengan dengan seorang penumpang melaju dari arah Jalan Salemba I lalu mendadak memutar balik tepat di samping sebuah perempatan jalan dan jembatan di Jalan Talang, Jakarta Pusat. Setelah berputar mereka memelankan laju, bersiap dan menunggu seorang pengendara motor yang melaju dari Jalan Salemba I yang sama yang akan berpapasan dengan mereka. Tak lama menunggu, saat berpapasan, pembonceng motor dengan cepat menyiramkan cairan ke arah pengendara yang sudah ditunggu lalu kabur melarikan dengan cepat. Dengan tergesa korban penyiraman berhenti di pinggir jalan dan ia langsung berlari dan berteriak membuka helm dan pakaian. Motor tergeletak begitu saja. Air keras! Air keras! Warga berdatangan dan menolongnya. 

Korban penyerangan itu adalah Andrie Yunus, wakil koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Tengah malam itu, ia baru saja selesai melakukan advokasi publik dan perekaman siniar (podcast) dengan tema "Remiliterisasi dan judicial review UU TNI di kantor YLBHI. Lokasi kejadian penyerangan tak jauh dari kantor YLBHI, hanya beberapa ratus meter. Korban dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan. 

Koalisi Masyarakat Sipil menggelar konferensi pers pada Jum'at, 13 Maret 2026 pukul 16:00 WIB di kantor YLBHI. Koalisi mengecam tindak kejahatan ini. Dimas Aryo, Koordinator KontraS menyebut bahwa ini bukan hanya alarm demokrasi, tapi jurang demokrasi. Mantan penyidik KPK (2007-2021) Novel Baswedan yang juga pernah diserang dengan penyiraman air keras mengatakan bahwa sebelumnya telah melihat dari cctv bahwa serangan ini terorganisir dengan percobaan pembunuhan dengan menyiram ke arah wajah yang artinya bisa menghentikan pernafasan dan paling tidak mengalami cacat permanen. Kejahatan ini tidak terkait masalah personal Andrie, tambahnya. 

Andrie adalah orang yang vokal untuk membela dan mengadvokasi korban dan orang banyak. Keberaniannya bisa dilihat salah satu contohnya pada saat penggodokan RUU TNI secara diam-diam oleh anggota DPR di sebuah hotel. Ia dengan beberapa kawan-kawan merangsek masuk dan memprotes acara "senyap" ilegal itu. Ia orang yang mencintai negaranya, ia berdiri bersama korban. Namun, sungguh miris bahwa berbuat baik pun berakibat menjadi korban kebiadaban kejahatan.

Kami mengecam dan menuntut pengusutan tuntas tindak kejahatan biadab ini.


Konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil sehari pasca penyerangan penyiraman air keras Andrie Yunus di kantor YLBHI.



Berikut pernyataan sikap koalisi masyarakat sipil:






 

Thursday, February 26, 2026

Aksi Kamisan 899 - Jakarta


Wiwin Suryadinata, ibu kandung Ita Mardinata (korban kekerasan kejahatan pemerkosaan dan pembunuhan Mei 1998), hadir dan memberikan refleksinya di Aksi Kamisan ke-899 di depan Istana Merdeka, Jakarta (26/02/2026). Setelah hampir 30 tahun tidak muncul di publik karena harus bersembunyi, menyelamatkan dan mengasingkan diri di bukit. Ia muncul ke publik di Jakarta.

Sebelumnya, ia datang ke Jakarta memberikan kesaksian tentang kejahatan pemerkosaan dan pembunuhan Mei 1998 dalam gugatan penyangkalan perkosaan massal Mei 1998 oleh Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta.






Menteri Kebudayaan Fadli Zon melalui siaran Pers Kementerian Kebudayaan Nomor 151/Sipers/A4/HM.00.005/2025 yang juga dalam unggahan media sosial pada 16 Juni 2025, secara jelas menyangkal dan meniadakan fakta sejarah tentang perkosaan massal. Fadli Zon juga mendelegitimasi laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dengan mempersoalkan istilah "perkosaan massal."




Kuliah jalanan oleh Herlambang P. Wiratraman, dosen hukum Universitas Gajah Mada.









Sunday, February 22, 2026

Almarhum Arianto Tawakal

 


Arianto Tawakal (14 tahun), siswa Madrasah Tsanawiyah tewas dianiaya Bripda Masias Siahaya, seorang anggota brimob di Tual, Maluku Tenggara. Arianto dipukul dengan helm taktikal saat ia melintas mengendarai sepeda motor pada Kamis, 19/02/2026. 

Monday, February 09, 2026

Tahanan Politik: Gerry & Reyhan



Catatan singkat.
Sidang terdakwa Gerry dan Reyhan dengan agenda pemeriksaan saksi digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/02/2026) pukul 21.00 WIB. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 1 saksi fakta dan 3 anggota polri.

Kesaksian satu saksi fakta membingungkan; berubah-ubah keterangannya tak sesuai BAP hingga penasihat hukum terdakwa dan hakim memperingatkan saksi bahwa ia sudah melakukan sumpah. Ketiga polisi yang bertugas berjaga baik di gerbang DPR maupun di Polda Metrojaya saat demonstrasi terjadi sama sekali tidak terkait dengan kedua terdakwa. Ketiganya sama sekali tidak melihat kedua terdakwa saat aksi protes, apalagi melihatnya membawa dan melempar botol bom molotov.


Gerry menilai kesaksian tiga anggota polri tersebut tidak relevan. Hakim mengingatkan JPU kembali untuk menghadirkan saksi terkait. Hakim ketua ketuk palu menutup persidangan pukul 22 WIB. Sidang lanjutan digelar Rabu mendatang, 18/02/2026.
#courtroom #courtroomsketch #sidang #tapol

Friday, June 18, 2021

Aceh Female Flogging Squad


On Dec. 10, 2019 the first female flogger whipped a woman in public, in Banda Aceh.


 

Wednesday, December 23, 2020

Mengurus Perpanjangan SIM

Petugas memanggil peserta perpanjangan SIM untuk mengisi formulir pendaftaran


Pukul 6.30 aku berangkat menuju Blok M Square, Jakarta. Setiba di tempat pukul 7-an, masih lengang. Pedagang kue masih belum bubar, beberapa masih melayani pembeli termasuk melayaniku. Aku beli lemper seharga Rp. 1.500. 

“Sepuluh ribu dapat 7,” sahut si teteh saat kukeluarkan uang Rp 10.000 tanpa bertanya aku akan beli berapa. Lumayan, pikirku, buat sarapan nanti di lt. 3A. 


Usai membeli lemper aku kembali ke basement, sebelumnya aku sudah ke basement lalu terpikir beli sarapan aja dulu. Sepagi itu, pintu mal bahkan belum dibuka, harus naik melalui lift barang di basement. Atau, dari samping jalur basement bisa naik pakai kendaraan yang sekaligus parkir dimana tepat persis di pintu masuk lantai 3A.

Kursi-kursi tertata rapi ketika aku tiba di lantai yang aku tuju, 3A. Gelap. Hanya ada dua orang duduk di




deretan kursi depan antrean, selebihnya ada dua sekuriti di ujung yang sedang mencatat orang yang punya tujuan sama denganku.

“Boleh lihat kartu identitasnya?”

Aku menyodorkan KTP untuk dicatat namaku di urutan nomor 6 antrian pendaftaran perpanjangan SIM di Gerai SIM A & C Polda Metrojaya di Blok M Square. Sekuriti itu bilang, petugas Polda datang dan akan panggil dari data antrean ini sekitar pukul 9-an buat isi formulir perpanjangan. Pelayanan dimulai pukul 10. 


Sepagi yang sepi ini aku antri setelah kemarin aku datang pukul 13 yang tentu saja tak dapat jatah kuota buat daftar, sebab hanya dibatasi 70 orang saja. Informasi yang aku tahu jam operasional dimulai pukul 13.00-20.00. Ada perubahan sejak pandemi ini, aku pikir. Pelayanan dimulai pukul 10-14.


Sementara masih pukul 7.30, aku bikin beberapa sketsa sembari menunggu petugas datang. Satu, dua, tiga dan seterusnya orang berdatangan dan mendaftarkan namanya ke sekuriti. Dari guru, sopir ojek online, karyawan swasta, laki perempuan, pekerja kantoran, berkaos pendek, berkemeja dan menjadi catata semua baju harus berkerah.


Seorang petugas pria telah datang pukul 9 dan beri informasi mengenai tata cara dan biaya. Ia panggil satu persatu daftar antrian dan membagikan formulir setelah pendaftar menyetor fotokopi KTP dan SIM asli. KTP asli dikembalikan sementara SIM asli disimpannya.

“Ini (formulir) diisi dulu nanti dikembalikan ke saya lagi, ya,” bilangnya. Aku isi formulir yang sudah distaples dengan fotokopi KTP-SIM itu. 


Seorang bertanya sambil menunjuk kotak-kotak yang isinya aku juga nggak paham tapi aku tahu yang dia tanyakan, “ini diisi nggak?”

“Coret silang saja yang kotak ‘Perpanjangan’,” jawabku.



Orang-orang menunggu pemanggilan 




Sketsa toko sukucadang kendaraan motor


Para pengunjung bersorak ketika lampu lantai itu dihidupkan jelang pukul 10.


Pintu loket dibuka. Pukul 10 lewat sedikit, ia memanggil ulang sesuai antrian awal untuk proses perekaman. Di dalam, seorang ibu berdiri dan bercermin sambil  menata diri. Petugas itu datang lagi usai pemanggilan.

“Ibu duduk saja dulu, kursinya pas, kok, sudah dihitung untuk 8 orang.”

Tiap proses kelompok ada 8 orang. 


Setelah perekaman selesai, kami menunggu di luar ruang bersama para pendaftar lain kurang lebih 10 menit untuk menunggu pencetakan SIM. Satu persatu dipanggil ke loket buat ambil SIM dan sekaligus bayar. Lalu, giliranku.

“Ada uang pas saja?”

“Nggak ada, pak”

Aku diberi SIM baru dengan kembalian dua lembar Rp 10.000 setelah aku setor Rp 150.000.

“Terima kasih, pak.”


Selesai pukul 10.30 lantas aku pulang. Di luar gedung udara sudah panas.

Sunday, February 09, 2020

Anggota DPR 2019, Poligami, Tidur di Hari Pertama Kerja


Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil pemilu 2019 tampil bersama ketiga istrinya pada pergantian anggota DPR periode 2014-2019 di komplek DPR Senayan, Oktober 2019 lalu. Esoknya, pada hari pertama kerja ia dipotret fotografer pada saat ia tidur di gedung DPR.

Saturday, November 02, 2019

RKUHP


Wacana merevisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menuai protes keras setelah tahu dalam Rancangan KUHP (RKUHP) memuat pasal-pasal yang lebih aneh dan semakin memperbesar peluang mengkriminalisasikan orang. 

Kami Bersama Andrie Yunus

  Kamis petang, 12 Maret 2026, setelah Aksi Kamisan ke-901 di depan Istana Merdeka Jakarta, bersama kawan-kawan aku berbuka bareng dari sumb...