![]() |
| Konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil sehari pasca penyerangan penyiraman air keras Andrie Yunus di kantor YLBHI. |
TONi MALAKiAN
Saturday, March 14, 2026
Kami Bersama Andrie Yunus
Thursday, February 26, 2026
Aksi Kamisan 899 - Jakarta
Wiwin Suryadinata, ibu kandung Ita Mardinata (korban kekerasan kejahatan pemerkosaan dan pembunuhan Mei 1998), hadir dan memberikan refleksinya di Aksi Kamisan ke-899 di depan Istana Merdeka, Jakarta (26/02/2026). Setelah hampir 30 tahun tidak muncul di publik karena harus bersembunyi, menyelamatkan dan mengasingkan diri di bukit. Ia muncul ke publik di Jakarta.
Sebelumnya, ia datang ke Jakarta memberikan kesaksian tentang kejahatan pemerkosaan dan pembunuhan Mei 1998 dalam gugatan penyangkalan perkosaan massal Mei 1998 oleh Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon melalui siaran Pers Kementerian Kebudayaan Nomor 151/Sipers/A4/HM.00.005/2025 yang juga dalam unggahan media sosial pada 16 Juni 2025, secara jelas menyangkal dan meniadakan fakta sejarah tentang perkosaan massal. Fadli Zon juga mendelegitimasi laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dengan mempersoalkan istilah "perkosaan massal."
Sunday, February 22, 2026
Almarhum Arianto Tawakal
Monday, February 09, 2026
Tahanan Politik: Gerry & Reyhan
Friday, June 18, 2021
Wednesday, December 23, 2020
Mengurus Perpanjangan SIM
Petugas memanggil peserta perpanjangan SIM untuk mengisi formulir pendaftaran
“Sepuluh ribu dapat 7,” sahut si teteh saat kukeluarkan uang Rp 10.000 tanpa bertanya aku akan beli berapa. Lumayan, pikirku, buat sarapan nanti di lt. 3A.
Usai membeli lemper aku kembali ke basement, sebelumnya aku sudah ke basement lalu terpikir beli sarapan aja dulu. Sepagi itu, pintu mal bahkan belum dibuka, harus naik melalui lift barang di basement. Atau, dari samping jalur basement bisa naik pakai kendaraan yang sekaligus parkir dimana tepat persis di pintu masuk lantai 3A.
Kursi-kursi tertata rapi ketika aku tiba di lantai yang aku tuju, 3A. Gelap. Hanya ada dua orang duduk di
“Boleh lihat kartu identitasnya?”
Aku menyodorkan KTP untuk dicatat namaku di urutan nomor 6 antrian pendaftaran perpanjangan SIM di Gerai SIM A & C Polda Metrojaya di Blok M Square. Sekuriti itu bilang, petugas Polda datang dan akan panggil dari data antrean ini sekitar pukul 9-an buat isi formulir perpanjangan. Pelayanan dimulai pukul 10.
Sepagi yang sepi ini aku antri setelah kemarin aku datang pukul 13 yang tentu saja tak dapat jatah kuota buat daftar, sebab hanya dibatasi 70 orang saja. Informasi yang aku tahu jam operasional dimulai pukul 13.00-20.00. Ada perubahan sejak pandemi ini, aku pikir. Pelayanan dimulai pukul 10-14.
Sementara masih pukul 7.30, aku bikin beberapa sketsa sembari menunggu petugas datang. Satu, dua, tiga dan seterusnya orang berdatangan dan mendaftarkan namanya ke sekuriti. Dari guru, sopir ojek online, karyawan swasta, laki perempuan, pekerja kantoran, berkaos pendek, berkemeja dan menjadi catata semua baju harus berkerah.
Seorang petugas pria telah datang pukul 9 dan beri informasi mengenai tata cara dan biaya. Ia panggil satu persatu daftar antrian dan membagikan formulir setelah pendaftar menyetor fotokopi KTP dan SIM asli. KTP asli dikembalikan sementara SIM asli disimpannya.
“Ini (formulir) diisi dulu nanti dikembalikan ke saya lagi, ya,” bilangnya. Aku isi formulir yang sudah distaples dengan fotokopi KTP-SIM itu.
Seorang bertanya sambil menunjuk kotak-kotak yang isinya aku juga nggak paham tapi aku tahu yang dia tanyakan, “ini diisi nggak?”
“Coret silang saja yang kotak ‘Perpanjangan’,” jawabku.
Orang-orang menunggu pemanggilan
Para pengunjung bersorak ketika lampu lantai itu dihidupkan jelang pukul 10.
Pintu loket dibuka. Pukul 10 lewat sedikit, ia memanggil ulang sesuai antrian awal untuk proses perekaman. Di dalam, seorang ibu berdiri dan bercermin sambil menata diri. Petugas itu datang lagi usai pemanggilan.
“Ibu duduk saja dulu, kursinya pas, kok, sudah dihitung untuk 8 orang.”
Tiap proses kelompok ada 8 orang.
Setelah perekaman selesai, kami menunggu di luar ruang bersama para pendaftar lain kurang lebih 10 menit untuk menunggu pencetakan SIM. Satu persatu dipanggil ke loket buat ambil SIM dan sekaligus bayar. Lalu, giliranku.
“Ada uang pas saja?”
“Nggak ada, pak”
Aku diberi SIM baru dengan kembalian dua lembar Rp 10.000 setelah aku setor Rp 150.000.
“Terima kasih, pak.”
Selesai pukul 10.30 lantas aku pulang. Di luar gedung udara sudah panas.
Thursday, December 10, 2020
Thursday, February 20, 2020
Sunday, February 09, 2020
Saturday, November 02, 2019
Monday, September 30, 2019
Kami Bersama Andrie Yunus
Kamis petang, 12 Maret 2026, setelah Aksi Kamisan ke-901 di depan Istana Merdeka Jakarta, bersama kawan-kawan aku berbuka bareng dari sumb...
-
BIENNALE JAKARTA 2006 179 Pengurutan Nama di bawah ini berdasarkan Abjad ABAS ALIBASYAH, Jakarta Pelukis Abas Alibasyah, lahir di Purwakarta...
-
On Dec. 10, 2019 the first female flogger whipped a woman in public, in Banda Aceh.
























