On Dec. 10, 2019 the first female flogger whipped a woman in public, in Banda Aceh.
Showing posts with label cartoon. Show all posts
Showing posts with label cartoon. Show all posts
Friday, June 18, 2021
Sunday, February 09, 2020
Saturday, November 02, 2019
Monday, January 18, 2016
Salah Baca | Misreading
"Salah Baca"
Logika terbalik radikalis. Satu contoh, radikalis (baca: teroris yang mengatasnamakan agama Islam) dekade 1970-an yang mengacu pada gerakan sabotase Masjidil Haram Mekkah oleh geng Juhaiman al-Utaibi yang kemudian berkembang menjadi gerakan-gerakan radikalis yang menyebar hingga tahun-tahun belakangan ini berangkat dari logika yang keliru terhadap pembacaan teks-teks firman Tuhan. Kalamullah tersebut dijadikan alat legitimasi merebut kekuasaan dan atau menebar kebencian dengan dalih tegaknya syar'i dengan menamainya jihad. Kartun ini bersama ratusan karya lain diikutpamerkan di Galeri Nasional Indonesia dalam pameran Kartun Santri Nusantara, November 2015 lalu.
Sunday, January 17, 2016
Kartun Nakal | Naughty Cartoon
Danny Shanahan bekerja hampir 30 tahun di majalah The New Yorker, sebuah majalah Amerika yang khas berilustrasi kartun penuh. Selama 25 tahun ia menempati posisi salah satu staf kartunis. Meski demikian, karya-karyanya beserta karya kartunis lainnya tak serta merta dimuat. Dalam sekali terbit satu edisi mingguan, ada 500 ratusan lebih kartun yang masuk ke redaksi. Biasanya hanya 20 kartun yang diseleksi untuk dipajang. Salah satunya kartun ini. Wajar saja dengan jumlah sebanyak itu, meski sebuah kartun dengan ide bagus, lucu dan nakal akan menghadapi persaingan ide yang sama dengan ratusan lainnya yang juga kartunis reguler/biasa mengirim.
Kartun-kartun yang tak masuk seleksi dari mulai yang paling lucu, dungu, tolol, nakal, tidak dibuang di tempat sampah. Mereka dikumpulkan dan dipilih untuk diterbitkan menjadi buku. Isinya, tentu, tak hanya kartun-kartun Shanahan, tapi juga kartun dari kartunis-kartunis bagus lainnya.
Adalah Matthew Diffee, seorang penulis yang juga kartunis kontributor The New Yorker. Banyak karyanya yang tampil di majalah tersebut dan majalah Texas Monthly. Ia yang mengumpulkan dan menamai koleksi kartun-kartun "buangan" tersebut menjadi buku "The Best of the Rejection Collection: 293 Cartoons That Were Too Dumb, Too Dark, or Too Naughty for The New Yorker." Ia juga menyunting dua seri buku koleksi kartun yang sama; The Rejection Collection Cartoons You Never Saw, and Never Will See, in The New Yorker dan The Rejection Collection Vol. 2 The Cream of the Crap. Sayangnya buku-buku ini, seperti buku bergambar yang diimpor lainnya, belum banyak ditemui di toko buku di Indonesia, kecuali hanya sedikit saja. Dan, MAHAL. :D
Apa yang dilakukan Diffee, sekilas saya pikir, adalah sebuah ikhtiar/usaha menyelamatkan kartun itu sendiri, ide, menghindari plagiasi (penjiplakan), repetisi (pengulangan) ide, menjadi arsip yang berharga dan tentu menjadi kekuatan daya hidup; humor.
Wednesday, January 06, 2016
Hadiah Karikatur Ulang Tahun 2016 | My Caricature Birthday 2016 Gift
Me by M Afwan Fathul Barry
Me by Wawan Bastian
Karya Roykan
Sketsa oleh Pak Aryo
Karya Donald Saluling
Karya Iwan
Karya Mohamad Ade Iskandar
Karya Muhammad Yusri
Karya Oscar Budi Trianto
Sunday, November 15, 2015
Saturday, February 21, 2015
Monday, February 02, 2015
Berburu Celeng, eh, Komisaris Jenderal Polri Budi Gunawan!
Ketika lembaga-lembaga hukum negara dan penguasa tak mampu berkeadilan, maka humor tetap mengambil alihnya bahkan semenjak sebelum mereka memulai. Meski berhumor merupakan sesuatu yang dianggap berbahaya bagi yang tersindir olehnya.
Senin pagi ini, 02/02/2015, sidang perdana praperadilan yang diajukan Komisaris Jenderal Budi Gunawan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang sesuai agenda dimulai pukul 09.00.
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tak jarang menghasilkan keputusan-keputusan "aneh." Sidang praperadilan Budi Gunawan ini akan dipimpin hakim tunggal Sarpin Rizaldi. Rizaldi pernah delapan kali dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) menyangkut putusan, proses persidangan dan suap.
Friday, January 23, 2015
Presiden - KPK - POLRI 23 Januari 2015
23/01/2015
Siang ini saya tak sempat hadir di KPK guna ikut beri dukungan. Sebagai gantinya saya bikin kartun ini. Hari ini Bambang WIdjayanto, salah satu pimpinan KPK, ditangkap bareskrim Polri tanpa alasan jelas sesaat usai mengantar anaknya bersekolah. Diduga ini rentetan dari buntut pencalonan tunggal Komisaris Jenderal Budi Gunawan oleh presiden Joko "Jokowi" Widodo. Tak berselang lama dicalonkan, KPK menetapkan Gunawan sebagai tersangka atas dugaan aliran dana tak biasa. Media menyebutnya rekening gendut.
Friday, January 16, 2015
Tuesday, January 13, 2015
Rekening Gendut Komjen. Budi Gunawan
The Corruption Eradication Commission (KPK) names a chief police presidential nominee Comm. Gen. Budi Gunawan as a graft suspect on Tuesday, January 13, 2015. According to the investigation is about the police general's suspicious bank accounts
KPK tetapkan tersangka calon Kapolri Komjen. Budi Gunawan yang diajukan presiden Joko "Jokowi" Widodo sebagai tersangka pada Selasa, 13/01/2015, dalam kasus rekening gendut indikasi gratifikasi.
Monday, December 01, 2014
Buku Filep Karma: SEAKAN KITORANG SETENGAH BINATANG

Beberapa tahun lalu aku sempat memulai bikin kartun dan lukisan Filep Karma. Dalam kartunku, presiden SBY menawari Karma keringanan dengan mengurangi masa hukuman penjara. Filep Karma menolak, sebab ia tak bersalah. Jika ia terima keringanan tersebut sama saja ia terima dan akui dirinya bersalah. Filep Jacob Samuel Karma adalah pegawai negeri Jayapura kelahiran Biak tahun 1959.
Di atas menara air dekat pelabuhan berkibar bendera Bintang Kejora, lambang kemerdekaan bangsa Papua. Ia dan demonstran lainnya diburu dan ditembaki, lalu ditangkap aparat gabungan. Peristiwa ini dikenal Biak Berdarah 6 Juli 1998. Pemerintah Republik Indonesia penjarakan Filep Karma dan menjatuhinya hukuman penjara 6,5 tahun. Pada tahun yang sama ia ajukan banding. Ia bebas.
Pada 1 Desember 2004 ia pidato soal peminggiran etnik Papua di tanah Papua dengan memasang bendera Bintang Kejora. Lagi, pemerintah Indonesia menangkap dan menjatuhinya hukuman 15 tahun penjara dengan tuduhan makar. Karma adalah tokoh yang menuntut Papua merdeka secara damai. 10 tahun dipenjara pemerintah Indonesia, ia bikin buku. Judulnya SEAKAN KITORANG SETENGAH BINATANG, Rasialisme Indonesia di Tanah Papua. Hari ini, 1 Desember 2014 ia diluncurkan di Papua.Friday, November 21, 2014
Wednesday, November 19, 2014
Shock Therapy BBM
Pengalihan alokasi subsidi BBM yang dianggap masyarakat sebagai harga BBM naik dan tak memihak wong cuilik, dalam perspektif lain adalah shock therapy. Orang dirangsang berpikir bijak. Dengan menerima itu orang berpikir untuk hemat energi dan hemat harta, mengurangi yang tak perlu (konsumerisme), rela berbagi subsidi. Juga orang perlu hemat bicara dan komentar yang tak perlu, akan tetapi orang bersama-sama lakukan pengawasan terhadap pelaksanaan alokasi pengalihan subsidi BBM ke sektor lain tersebut.
Friday, November 14, 2014
Friday, October 03, 2014
Saturday, September 27, 2014
DPR - People Council Representative of Indonesia
Aku baca berita online dini hari dan aku dapati informasi mengenai voting sidang paripurna anggota DPR terkait RUU Pilkada. Lantas aku menulis di bawah ini.
226 anggota DPR memilih pilkada melalui DPRD (tak langsung), sementara 135 anggota lainnya memilih pilkada melalui warga (langsung). Dan partai pengecut yang Walked Out itu bernama Demokrat. Gamawan Fauzi, Menteri Dalam Negeri yang mengurus permasalahan E-KTP saja tidak becus, sebagai inisiator RUU pilkada ini. Batinku, pilkada melalui anggota DPRD berpotensi besar terhadap praktik-praktik korupsi. Bagaimana bisa hak orang banyak yang bisa sangat berbeda pikiran diwakilkan hanya oleh seorang anggota legislatif.
Terlintas candaan pikiran yang menggoda dipikiranku bahwa ini tampak hanya merupakan akal-akalan dan skenario besar, terutama bukan hanya bagaimana memperluas akses politik transaksional dan praktik korupsi, melainkan juga adanya rekayasa matang memunculkan konflik besar seperti pada tahun 1998 dengan siapa yang akan ditumbang-kambinghitamkan pada tataran pucuk pemerintahan. Hasil voting yang sudah dapat diprediksi sebelumnya ini, dapat memicu reaksi besar warga. Gamawan mengakui pembahasan draft RUU oleh pemerintah ini sudah sedang disusunbahas semenjak 2011.
Jika yang menjadi keberatan dalam pemilu langsung adalah perihal biaya tinggi, tentu bukan alasan tepat. Biaya pemilu murah, yang menyebabkan anggapan ongkos pemilu mahal adalah disebabkan biaya kampanye yang harus dikeluarkan oleh calon-calon legislatif maupun eksekutif. Ada salah satu contoh menarik yang dapat dijadikan rujukan betapa biaya pemilu itu murah, kita dapat pelajari dan membandingkan bagaimana pemilu dan pilkada lain dengan pilkada di kabupaten Bantaeng pada tahun 2013.
Bupati kabupaten Bantaeng 2013 terpilih, Nurdin Abdullah, seorang akademisi, memperoleh suara 82 % yang itu bahkan tanpa atribut kampanye. Ia bahkan diminta warga Bantaeng untuk mencalonkan diri pada pilkada 2013 itu. Alasannya ia diakui mampu menjalankan dan membuktikan kinerjanya pada periode sebelumnya. Dengan tingkat kepercayaan warga atas kinerjanya, ia meraup suara bahkan tanpa berkampanye. Pilkada 2013 di kabupaten Bantaeng sama sekali tanpa atribut kampanye seperti pada pemilu dan pilkada-pilkada di daerah lain. Warga bahkan menginginkannya untuk terus menerus memimpin Bantaeng. Teladan yang baik. Itu bukti bahwa pemilu murah!
Pada kasus RUU Pilkada ini, aku masih tak mengerti logika para pemilih dan pemuja (buta) partai yang wakilnya saat ini memilih pilkada tak langsung yaitu melalui DPRD. Kelakuan politik mesum mereka adalah juga karena ulah pemilihnya pada pemilu 2009 lalu.
Pada saat pemilu, calon-calon legislatif dan eksekutif merengek dan mengemisi rakyat, sebagai timbal balik rakyat hanya tak mau berharap berlebih apapun apalagi mengemis bahkan dalam bentuk materi, melainkan rakyat hanya minta wakil-wakilnya lakukan amanah dan tugas kelegislatifan dan keeksekutifan dengan BECUS!
Tentu kita dapat menggugat UU Pilkada ini melalui Mahkamah Konstitusi (MK).
Haris Azhar dari lembaga KontraS menulis melalui akun Facebooknya begini :
" Kamu menolak UU Pilkada? Kamu ngga mau hak suara kamu diambil DPRD alias
Parpol kan? AYO ikut jadi penggugat ke MK. Kirim nama kamu dan No tlp
utk tindak lanjut ke +62 822 17770002. Siapkan KTP ya... Kita lawan
penjahat politik. Salam, Haris Azhar, KontraS"
Oooh, wakil-wakil yang mesum hasil ulah pemilihnya itu!
Subscribe to:
Posts (Atom)
A Glimpse of The Journey Idul Fitri 2026
Sabtu pagi, 21 Maret 2026, pukul 6:00 WIB setelah berkendara santai lebih dari 4 jam sejak pukul 01:30 WIB, aku berhenti sejenak di sebuah j...
-
BIENNALE JAKARTA 2006 179 Pengurutan Nama di bawah ini berdasarkan Abjad ABAS ALIBASYAH, Jakarta Pelukis Abas Alibasyah, lahir di Purwakarta...
-
KMAREN SAYA ULTAH TAPI TAK MERAYAKANNYA. SAYA MERAYAKANNYA DENGAN MENGERJAKAN TUGAS-TUGAS KULIAH; TUGAS UAS. HEBAT YA SAYA. MALAM ITU, SAYA ...



























