Showing posts with label Polisi. Show all posts
Showing posts with label Polisi. Show all posts

Thursday, December 03, 2015

Tentara dan Polisi (di Papua)

"Jadilah tentara dan polisi yang baik. Jangan sewenang-wenang. Biar dia sudah tua, warga akan tetap kasih hormat," ujar seorang lelaki Papua usia 40 tahunan.
=========================================================
Sore itu dengan seorang kawan, aku berkeliling ke kampung-kampung, keluar masuk hutan. Di dalam perjalanan hendak pulang kami menawari tumpangan kepada seorang bapak yang hendak berjalan kaki ke rumahnya yang jauh. Kebetulan kami satu arah. Sudah sore. Usianya sekitar 60-an tahun.
Di dalam perjalanan kami bicara-bicara. Ia bilang bahwa ia dulu anggota polisi. Kesatuan Brimob. Karena anggota brimob ditugaskan di kota, ia jarang bisa berkumpul bersama keluarga di kampung. Ia lalu diberi pilihan bisa pindah tugas dekat dengan keluarga seperti keinginannya, asal ia keluar dari anggota brimob. Ia lalu memilih kembali menjadi polisi biasa, polisi atur lalu lintas sehingga ia bisa bertugas di tempat dekat keluarga. Ia lalu pensiun.
Kami lalu mampir ke rumah seseorang yang kami kenal. Kami bicara soal tanaman kebun di samping halaman rumahnya. Soal memarut kelapa buat bikin minyak obat. Soal bikin pupuk buat kasih subur tanaman. Aku lihat tanaman daun bawangnya tumbuh bagus. Bapak pensiunan polisi juga ikut bercengkerama bersama. Semakin sore ia lalu berpamitan buat melanjutkan perjalanan pulang dengan jalan kaki.
Bapak rumah yang kami sambangi itu lalu bercerita soal si bapak pensiunan polisi. Dulu bapak tadi itu polisi, anggota brimob. Dia sama kita punya kulit dan rambut. Dia orang Papua juga. Tapi saat jadi anggota brimob perlakuannya kasar sama warganya sendiri. Dia polisi jahat. Suka pukul-pukul orang tanpa tahu apa alasannya. Setelah dia pensiun, warga tak pernah menghormatinya sama sekali. Dibiarkan saja. Tidak dianggap. Kasihan.
"Jadilah tentara dan polisi yang baik. Jangan sewenang-wenang. Biar dia sudah tua, warga akan tetap kasih hormat," katanya.

Monday, February 02, 2015

Berburu Celeng, eh, Komisaris Jenderal Polri Budi Gunawan!



Ketika lembaga-lembaga hukum negara dan penguasa tak mampu berkeadilan, maka humor tetap mengambil alihnya bahkan semenjak sebelum mereka memulai. Meski berhumor merupakan sesuatu yang dianggap berbahaya bagi yang tersindir olehnya.

Senin pagi ini, 02/02/2015, sidang perdana praperadilan yang diajukan Komisaris Jenderal Budi Gunawan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang sesuai agenda dimulai pukul 09.00.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tak jarang menghasilkan keputusan-keputusan "aneh." Sidang praperadilan Budi Gunawan ini akan dipimpin hakim tunggal Sarpin Rizaldi. Rizaldi pernah delapan kali dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) menyangkut putusan,  proses persidangan dan suap.

Friday, January 23, 2015

Presiden - KPK - POLRI 23 Januari 2015



23/01/2015
Siang ini saya tak sempat hadir di KPK guna ikut beri dukungan. Sebagai gantinya saya bikin kartun ini. Hari ini Bambang WIdjayanto, salah satu pimpinan KPK, ditangkap bareskrim Polri tanpa alasan jelas sesaat usai mengantar anaknya bersekolah. Diduga ini rentetan dari buntut pencalonan tunggal Komisaris Jenderal Budi Gunawan oleh presiden Joko "Jokowi" Widodo. Tak berselang lama dicalonkan, KPK menetapkan Gunawan sebagai tersangka atas dugaan aliran dana tak biasa. Media menyebutnya rekening gendut.

Tuesday, January 13, 2015

Rekening Gendut Komjen. Budi Gunawan


The Corruption Eradication Commission (KPK) names a chief police presidential nominee Comm. Gen. Budi Gunawan as a graft suspect on Tuesday, January 13, 2015. According to the investigation is about the police general's suspicious bank accounts

KPK tetapkan tersangka calon Kapolri Komjen. Budi Gunawan yang diajukan presiden Joko "Jokowi" Widodo sebagai tersangka pada Selasa, 13/01/2015, dalam kasus rekening gendut indikasi gratifikasi.

Friday, October 03, 2014

FPI, Polisi, Ahok.

FPI (Front Pembela Islam) bentrok dengan polisi. Bentrokan terjadi saat demonstrasi FPI di gedung DPRD dan Balai Kota DKI Jakarta. FPI protes terhadap pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur DKI Jakarta, Jum'at, 3 Oktober 2014.

A Glimpse of The Journey Idul Fitri 2026

Sabtu pagi, 21 Maret 2026, pukul 6:00 WIB setelah berkendara santai lebih dari 4 jam sejak pukul 01:30 WIB, aku berhenti sejenak di sebuah j...