Saturday, July 21, 2007

No title 2


...
shh...don’t move
you’re in shock now.

i don’t want you to feel any pain.
in the moment, you’ll begin to be lightheaded, then drowsy.

don’t resist. it’s so gentle,
like sleeping into a warm bath.
shh...

remarkable girl
i do admire your courage.
i think i’ll eat your heart...

i regret. it came to this.
but every game must have its ending
...

Jalang

a stone keeps itself
never changes into a gold
so does gold
And u!, A piles of broken bloated meat
then maggots out of

No title

Kunang-kunang beterbatangan
Ketika jatuh, tanah terbakar
Kunang-kunang terbanglah
Dan jangan pernah kembali
Karena aku telah pulang

Silence of the sound


Borobudur

Friday, February 23, 2007

nulis lagi ah...

Waduh.. sudah lama saya tak posting, padahal ya jarang posting juga. Tapi setidaknya malam ini saya menulis lagi walaupun sekedar menulis. Awalnya berniat buka e-mail, tapi saya sempatkan log in ke blog.
sebenarnya pengen nulis soal tanggal 24 januari kemarin. hari itu saya memakai toga, tapi saya tak ikut di acara perayaannya. saya tinggalkan acara itu. mendingan saya tidur. saya tak jadi bersalaman dengan rektor baru. saya bahkan enak sekali tidurnya.
saya sempat diomelin teman-teman. hehehe... enak tidur kok.

udah dulu nanti saya lanjutkan lagi aja, kapan-kapan.


BLOG-KU TAMBAH RUWET YA :) LAGI PADA KEBANJIRAN SOALNYA... IT'S RAINING

Monday, December 18, 2006

POTRET KITA

dalam benak banyak orang ketika disebut kata korupsi mungkin akan terlintas dan tertuju pada wajah-wajah pejabat pemerintahan. dari mulai pejabat daerah sampai pusat. entah itu di tubuh institusi-institusi pemerintahan atau yang dibentuk dan ditugaskan. sebut saja di tubuh KPU atau mungkin lainnya.
mungkin itu sudah image pejabat-pejabat kita. tapi kalo kita jeli dan teliti sebenarnya praktek itu bukan saja terjadi di kandang-kandang pemerintahan, tapi sudah menjamur bahkan di kehidupan sehari-hari di kalangan manapun. di toko, di pelabuhan, atau bahkan di pasar ikan.
seseorang menawariku note book pentium4. masih baru, terbungkus rapi. ia menawarkan 1-1,7. sungguh murah meriah. tak hanya itu, barang-barang elektronik lainnya pun ia tawarkan dengan harga tak kalah menarik. saat ditanya, ia menjawab ia menyisihkan satu-satu saat menurunkan barang-barang orderan itu.
ya begitulah potret bangsa bukan cuma kalangan pemerintahan, tapi di sekitar kita pun tak bisa disangkal.

SYNDROME

CORRUPTION SYNDROME:
INDONESIA


DEVELOPED COUNTRIES

Tuesday, October 31, 2006

Lebaran

Lebaran sebentar lagi,
sebentar lagi lebaran,
lag-lagi lebaran,
sebentar-sebentar lebaran,
lagi-lagi sebentar,
lebaran cuma sebentar,

kalau saja ada kata yang tak sengaja menyusup ataupun ditangkap dan dimasukkan hati, terus membusuk di dada, berakar, beranak pinak, memborok, mendarah daging,memasyarakat di sana, menggunung, mohon kiranya maafkan itu. aku tak bisa apa-apa tanpa maaf itu.
tak juga kata, tapi mungkin kelakuan yang kadang terlalu sengaja ataupun tak sengaja aku bertingkah maka tentu aku mohon maaf untuk itu.
jikalau juga aku pernah dan mungkin juga sering iri, riya, hasud, prasangka kepadamu tanpa kau tahu ataupun tak peduli, maka sungguh aku memohon maafmu untuk itu.
tak cuma itu semua, mungkin masih banyak lagi yang kulakukan tapi aku tak tahu apa itu namanya tapi kalau ada yang menyinggung tanpa sepengetahuanku tentu aku sangat-sangat memohon maafmu.

sekali lagi aku mohon maaf, karena aku tak ingin mati dalam keadaan su'ul khotimah, sebuah bencana maha dahsyat bagi manusia.

sekali lagi mohon maaf luar dalam.

Ja'alanaAllah minal aidin walfaidzin wal aminin
walmaqbulin,,, semoga kita diampuniNya.

Amiin

Wednesday, June 07, 2006

Gempa itu di sana

Pagi tadi aku duduk di depan komputer melanjutkan tulisan TA ku yang masih amburadul.
Masih pagi. Pukul 06:50. tiba-tiba kepalaku terasa pusing. Aku lihat dinding kamar itu bergerak, bergoyang. Aku juga lihat kartu nama yang digantung pinggir jendela itu bergetar. Gempa. Ya gempa. Pikiranku langsung menyimpulkan.
Aku masih duduk di kamar itu. Aku pikir itu hanya sebentar. Tapi pandangan mata ini terasa semakin tak karuan. Aku segera bergegas ke kamar lain. Temanku yang baru saja mandi dan duduk di depan komputer itu pun bilang. Ada gempa ya.
Kini aku merasakan bahwa itu memang benar-benar gempa. Daun pintu yang aku berdiri di dekatnya benar-benar bergoyang. Aku harus membangunkan yang lain. Keadaan di luar masih tertutup kabut.
Tw, kamu gimana, tadi ada gempa. Apa merapi meletus lagi?
Dua menit setelah kejadian itu aku langsung kirim kabar ke seorang teman di klaten. Setengah jam kemudian di stasiun tv swasta langsung breaking news, live. Aku menontonnya.
Tw, ternyata yang gempa di kulonprogo. Bukan merapi yang meletus. Kamu gimana, nggak apa-apa?
Dari berita itu aku langsung kabari temenku itu. Sayang sekali kabar kedua yang aku kirim gagal. Aku pun mencoba kabari endru yang ada di jogja. Namun sayang pesan tak terkirim. Aku mencoba hubungi dia lewat telpon, pun tak ada koneksi jaringan.
Aku baru dapat balasan bahwa tw sedang ada di pengungsian, rumahnya roboh juga rumah-rumah lainnya.
Sms dia begini.
Ak gk tau.tp klihtnya bkn dr gn mrp. Ak lg ngungsi,soalny hmpr smua smh ddsa ak rubuh,trmsk rmhku,tp alhdlah semua kel slmt,cm lk2 sek drs.
Sender:
Tw
+6281xxxxxxxxx
Message center:
+62818445009
Sent:
27-May-2006
11:34:20
Begitu balasnya. Aku tertegun membacanya. Ada tak bisa menyembunyikan perasaan bahwa aku terluka. Aku hanya diam. Berdo’a.
Sms itu ada di hpku pukul 11. aku buka sms itu pukul setengah tiga sore. Maklum aku baru tidur jam 08:30 dan bangun jam setengah tiga sore.
Jam 4 sore aku pergi makan dan mampir di warnet. Temenku yang kerja di hellomotion, sebuah studio animasi di ibu kota, pun sedih. Pasalnya bagian belakng rumah eyangnya di jogja roboh. Untung keluarganya ada di malang. Sore itu aku chatting dengannya.
Aku masih menghawatirkan endru. Aku coba hubungi dia beberapa kali namun tak juga ada tersambung. Justru pukul satu malam ini aku baru mendengar suaranya. Ia berbicara padaku di seberang sana
“Aku nggak apa-apa, sekarang aku ikut temenku cowo-cowo. Kos-kosanku roboh. Aku masih tidur. bangun tidur itu aku nggak langsung keluar. pas keluar ituh di jalan udah banyak orang. Banyak yang ninggal. Tapi aku nggak apa-apa.”
Harapanku bahwa ia selamat jika ia masih di sana terjawab. Terjawab tapi dengan kesedihan.
Begitu jawab dia saat aku tanya bagaimana keadaannya.
Begitulah.
Syukurlah.
Tapi bagaimana dengan endru-endru, tw-tw, eyang-eyang yang lain? Aku tak tega menyaksikannya di tv-tv itu.
Minggu dini hari 28 mei 2006

A Glimpse of The Journey Idul Fitri 2026

Sabtu pagi, 21 Maret 2026, pukul 6:00 WIB setelah berkendara santai lebih dari 4 jam sejak pukul 01:30 WIB, aku berhenti sejenak di sebuah j...