Thursday, January 24, 2013

Ulang Tahun Nabi Muhammad SAW


Selamat Ulang tahun Muhammad SAW putra Ibu Siti Aminah dan Pak Abdullah. Sholawat serta salam selalu mengalir untukmu.
(Semoga tak ada yang cekcok berdebat hanya karena tahun ini bertepatan dengan tanggal 24 Januari, atau kenapa tidak hari jumat besok saja :D)

Kelahiran menjadi begitu disyukuri.
Sesuatu yang tak ada sebelumnya, lantas hadir.
Nongoooool begitu.
Sesuatu yang gelap, lalu benderang terang.
Sesuatu yang lesu lantas bersemangat.
Pantas dan maklum saja lah jikalau kita mengingat hari lahir dengan terus berlaku baik sebagai bentuk syukur. Ya rasa terima kasih lah begitu. Jika kita sadar makna itu.

Mengingat diri yang bermula.
Menyulut hati yang rendah hati karena tahu asal mula dari ke-ada-an kita.
Membuang kesombongan karena kita bercermin pada awal mula kita yang rapuh.
Menimbang langkah kita telah kemana saja, karena awal mula kita lahir lalu merangkak.

Peringatan dan acara Maulid itu bagus dan dianjurkan karena membawa pada kebaikan. Selain membaca sholawat, puja puji, Qasidah burdah dan Barzanji, menambah keakraban, kumpul-kumpul persaudaraan. Yang mula-mula orang saling cekcok berkumpul dan bertemu jadi baikan, bergerak dalam hal baik. Tidak ada yang isinya berjudi sambil minum-minuman keras atau menyembah setan atau semacamnya. Penekanan adalah pada isinya yaitu yang tak bertentangan dengan syariat, tentu kegiatan bagus.

Di pedesaan, di kampung, di lembaga pendidikan pesantren, maulid diisi dengan kegiatan seperti kegiatan rutin setiap malam hari Jum'at yaitu orang-orang membaca sholawat, Barzanji, Qasidah Burdah bersama. Mereka duduk bersila, berjejer melingkari ruangan lalu bernyanyi dengan suara-suara dan lagu-lagu indah dari syair-syair dahsyat kiai-kiai yang juga merupakan sastrawan abad-abad silam di Timur tengah. Selain bentuk syiar juga meningkatkan kecintaan terhadap nabi SAW.

Terlalu jauh jika dipandang dan dipermasalahkan sebagai sebuah bid'ah sayi'ah (sesuatu yang baru ada dan buruk). Sesuatu yang dianggap mengada-ada dan menyimpang dari Islam.

Memang tak terelakkan dari sejarah peringatan maulid nabi mulai ada. Itu sebagai media persatuan pada saat itu, karena pergolakan dan peperangan di timur tengah. Dan itu baru ada setelah nabi wafat. Peringatan maulid nabi yang pada umumnya dilaksanakan ITU JUSTRU "TELAT." Kalau kita jeli, membaca dan kaitkan dengan sejarah, kita hendaknya malu. Bahkan Nabi selalu melakukan peringatan (maulid, perbuatan syukur) terhadap hari lahirnya. Tidak cuma setahun sekali, tapi seminggu sekali.

Itu sejarah kenapa kita (yang) melakukan puasa hari Senin. Itu kalau kita sadar dan tahu, jadi, menganggapnya tak hanya sekedar tahu sebagai sebuah kesunnahan, tapi tahu sejarah kenapa ada puasa hari Senin. Hari Senin adalah hari nabi Muhammad dilahirkan. Nabi peringati hari lahirnya dengan berpuasa Senin setiap seminggu sekali sebagai bentuk syukur pada Tuhannya. Indah kalau kita melihat dan meniru laku cara hidup Nabi SAW. Dan kita, di luaran sana juga di sini masih saja memperdebatkan antara maulid Nabi bagian dari Islam atau sesuatu yang mengada-ada (bid'ah sayi-ah). Yang penting itu tak bertentangan dengan syariat. Sudah, selesai. Mari kita hidupkan syiarnya. 


Kata Allah, "Aku tak bikin malaikat, surga, neraka, alam dan seisinya kecuali karna Muhammad." Itulah sejarah puasa senin, sejarah Islam, sejarah manusia, sejarah alam semesta, sejarah penciptaan.

Semoga kita mendapatkan tetesan sholawat dan salam dari cucuran ember nabi SAW karena kita panjatkan kepadanya terus menerus dan tertampung di ember-embernya sehingga meluber dan tumpahan salam itulah semoga dihibahkan untuk kita. Amin

إنّ الله وملائكته يصلّون على النّبيّ يايّهاالّذين امنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما

No comments:

Post a Comment