Kamis petang, 12 Maret 2026, setelah Aksi Kamisan ke-901 di depan Istana Merdeka Jakarta, bersama kawan-kawan aku berbuka bareng dari sumbangan takjil yang banyak dari kawan. Kami mengerumuni panganan dan berbincang. Sebelumnya aku mendengar ada acara buka bersama di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), namun itu lebih kepada acara internal.
Kamis malam pukul 23:37 WIB, seorang pengendara motor berboncengan dengan seorang penumpang melaju dari arah Jalan Salemba I lalu mendadak memutar balik tepat di samping sebuah perempatan jalan dan jembatan di Jalan Talang, Jakarta Pusat. Setelah berputar mereka memelankan laju, bersiap dan menunggu seorang pengendara motor yang melaju dari Jalan Salemba I yang sama yang akan berpapasan dengan mereka. Tak lama menunggu, saat berpapasan, pembonceng motor dengan cepat menyiramkan cairan ke arah pengendara yang sudah ditunggu lalu kabur melarikan dengan cepat. Dengan tergesa korban penyiraman berhenti di pinggir jalan dan ia langsung berlari dan berteriak membuka helm dan pakaian. Motor tergeletak begitu saja. Air keras! Air keras! Warga berdatangan dan menolongnya.
Korban penyerangan itu adalah Andrie Yunus, wakil koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Tengah malam itu, ia baru saja selesai melakukan advokasi publik dan perekaman siniar (podcast) dengan tema "Remiliterisasi dan judicial review UU TNI di kantor YLBHI. Lokasi kejadian penyerangan tak jauh dari kantor YLBHI, hanya beberapa ratus meter. Korban dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan.
Koalisi Masyarakat Sipil menggelar konferensi pers pada Jum'at, 13 Maret 2026 pukul 16:00 WIB di kantor YLBHI. Koalisi mengecam tindak kejahatan ini. Dimas Aryo, Koordinator KontraS menyebut bahwa ini bukan hanya alarm demokrasi, tapi jurang demokrasi. Mantan penyidik KPK (2007-2021) Novel Baswedan yang juga pernah diserang dengan penyiraman air keras mengatakan bahwa sebelumnya telah melihat dari cctv bahwa serangan ini terorganisir dengan percobaan pembunuhan dengan menyiram ke arah wajah yang artinya bisa menghentikan pernafasan dan paling tidak mengalami cacat permanen. Kejahatan ini tidak terkait masalah personal Andrie, tambahnya.
Andrie adalah orang yang vokal untuk membela dan mengadvokasi korban dan orang banyak. Keberaniannya bisa dilihat salah satu contohnya pada saat penggodokan RUU TNI secara diam-diam oleh anggota DPR di sebuah hotel. Ia dengan beberapa kawan-kawan merangsek masuk dan memprotes acara "senyap" ilegal itu. Ia orang yang mencintai negaranya, ia berdiri bersama korban. Namun, sungguh miris bahwa berbuat baik pun berakibat menjadi korban kebiadaban kejahatan.
Kami mengecam dan menuntut pengusutan tuntas tindak kejahatan biadab ini.
![]() |
| Konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil sehari pasca penyerangan penyiraman air keras Andrie Yunus di kantor YLBHI. |
Berikut pernyataan sikap koalisi masyarakat sipil:




No comments:
Post a Comment