Tuesday, June 24, 2014

Adam Malik Batubara, Indonesia's Third Vice President




Adam Malik Batubara (22 July 1917 – 5 September 1984) was Indonesia's third vice president, a senior diplomat, and one of the pioneers of Indonesian journalism.

Wednesday, June 18, 2014

Caricature of Franck Ribéry - Karikatur Franck Ribéry


Caricature of Franck Henry Pierre Ribéry, a French international soccer player.

This Tuesday evening, June 17, I have just attended the opening of the PARABOLA Cartoon Exhibition 2014 as a welcome to the World Cup 2014 at Bentara Budaya Jakarta. I met my some cartoonists, caricaturists, artists and friends whom I know nothing so long about them. Some guys asked me which caricature artworks of me on the exhibition. I said I show you nothing. I missed this event. I did not join this event as an artist participant to show the artwork but the instructor and speaker for a caricature workshop on next June 19.

I got a discussion together with two friends of me on night late. I went home and I sketched this artwork as I did the same face, Franck Ribéry, on yesterday night. I sketched another one, then I have three of Franck Ribéry's caricatures. I did this three times as an interesting thing to do. As much as I do exercise and explore the shape of the same person, I am sure it will be good for the next level on how technically understanding of caricature art. More practice, exercise, and explore there will be a good impact then.

Thursday, June 05, 2014

Karikatur | Caricature





Karikatur, caricature (bahasa Inggris), karikatur (bahasa Jerman), caricatuur (bahasa Belanda) semuanya berasal dari kata caricare (bahasa Italia, berarti melebih-lebihkan). Kata caricare sendiri ada hubungannya dengan kata lain, caratere (bahasa Italia), artinya character (bahasa Inggris), karakter (bahasa Belanda) dan dalam bahasa Indonesia artinya watak. Caricare ini juga berkaitan dengan kata “cara” (bahasa Spanyol) artinya wajah.

Dalam Encyclopedie International karikatur diartikan sebagai “a satire in a pictorial and sculptural form.” Artinya bahwa sindiran dalam bentuk gambar (dua dimensi) dan sculptural (tiga dimensi). Dalam Encyclopedie Britanica, caricature is the distorted presentation of a person, type or action, commonly a silent feature, is seized upon the exaggerated, or pictures or animals, birds or vegetables are substituted for barts of human being or analogy is made to animal actions
Karikatur sebagai penyajian/penggambaran seseorang dalam keadaan terdistorsi, yang dibuat secara berlebihan (mengadopsi bentuk) dari binatang, burung, atau sayur-sayuran, buah-buahan yang menggantikan bagian-bagian (anatomi) dari manusia sebagai analogi. Analogi itu bisa dimaksudkan sebagai sifat-sifat yang menyamai binatang dan lain-lain, namun itu tidak selalu dimaksudkan seperti itu.

Wajah, dalam karikatur, tentu saja memegang peranan penting dalam penggambaran watak seseorang dengan ciri-cirinya yang khas yang kemudian ditonjolkan atau dilebih-lebihkan (exaggeration) itu.


Jadi, karikatur adalah cara menggambarkan orang (wajah) dengan sengaja melebih-lebihkan atau mendistorsi ciri khas bagian tertentu dari suatu objek, penampilan mereka dan sifat-sifat karakteristik mereka namun tetap mempertahankan kemiripan.
"Caricatures are a way of portraying people by intentionally exaggerating or distorting their appearance and their characteristic traits while still maintaining a likeness."

In practice, creating a caricature depends on two equally important elements (Ada dua elemen yang sama penting dalam membuat karikatur):
  1. The visual experience; how we see the subject’s features, the impression we have of the subject’s physical appearance. (Pengalaman visual kita, yaitu bagaimana kesan kita melihat penampilan seseorang itu secara fisik. Misal saja bentuk wajahnya bulat, kotak, lonjong, hidungnya mancung, mulut lebar, bibir tebal dll).
  2. Knowledge (or intuition) of the intimate character of the person (Pengetahuan atau intuisi kita terhadap watak seseorang). 



Monday, June 02, 2014

Sketsa & Sekelumit Cerita Warga Korban Lumpur Lapindo

Warga membangun Sanggar AL FAZ, tempat kegiatan untuk anak-anak warga korban Lumpur Lapindo dan sekitarnya.




Pada peringatan 8 tahun Lumpur Lapindo 29 Mei 2014 ini saya mengunjungi warga korban Lumpur Lapindo. Delapan tahun warga korban berjuang mendapatkan hak-haknya kembali sepenuhnya, meski tak mungkin pada kehidupan sosial, moral, sejarah mereka dan lain-lain. Paling tidak pasca bencana ini hak untuk tempat tinggal dan pekerjaan sehari-hari. Sementara itu, mereka sekarang mulai membangun kembali kehidupan sosialnya dari awal.


Sehamparan lumpur yang meluap dan mengubur ratusan hektare.
PT. Lapindo Brantas, perusahaan milik grup Bakrie (Abu Rizal Bakrie (ARB)), melakukan eksplorasi di kawasan Sidoarjo ini mengakibatkan meluapnya lumpur dan menenggelamkan desa-desa di tiga kecamatan yaitu Tanggulangin, Jabon dan Porong. Ribuan warga diungsikan. PT. Lapindo Brantas abai akan tanggungjawabnya. Negara tak hadir mendampingi warga. Negara memberi dana talangan untuk ganti rugi terhadap warga korban. Ini berarti dana diambil dari dana rakyat secara kolektif. PT. Lapindo Brantas tak tersentuh secara hukum maka ini merupakan salah satu kekalahan negara oleh korporasi.



29 Mei 2006 lumpur menyembur ke permukaan di desa Renokenongo, kecamatan Porong, kabupaten Sidoarjo. Upaya pembendungan dilakukan seminggu ke depan dengan membangun tanggul dari pasir dan batu di sekitar sumber semburan. Lumpur semburan meluas dan bendungan tak kuat menahan. Usaha pertama ini gagal. Kini bendungan dibuat lebih lebar hingga mencapai 640 hektare. Upaya penanggulangan ini ini terus dilakukan. Yaitu:

1. Snubbing Unit dimulai awal bulan Juli 2006 (Gagal)
2. Side Tracking (Pengeboran menyamping) dimulai akhir bulan Juli 2006 (Gagal)
3. Relief Well (pengeboran miring) pertengahan Agustus 2006, sebanyak 2 kali relif well masing-masing di Desa Renokenongo dan Siring (gagal)
4. Memasukkan bola beton dimulai Sabtu (24/2/2007). Sebanyak 397 bola dari beton sudah dimasukkan (gagal).
5. Pembuatan saluran pelimpah (spill way) untuk membuang lumpur ke Sungai Porong, dimulai sejak awal Desember 2006 di Desa Pejarakan.
Aliran air bercampur lumpur berbau menyengat.

Akibat semburan :
- Pipa gas milik PT Pertamina yang membentang di sekitar semburan lumpur meledak pada 22 November 2006, sebanyak 17 orang meninggal.

- Sekitar 640 hektare kawasan di 3 kecamatan terendam lumpur. Kawasan yang terendam meliputi :
1. Kecamatan Porong :
Desa Jatirejo, Siring, Renokenongo, dan Mindi.

2. Kecamatan Jabon :
Desa Pejarakan, Kedungcangkring, dan Besuki.

3. Kecamatan Tanggulangin :
Desa Kedungbendo, Ketapang dan Kalitengah.
- Jumlah pengungsi :
1. Pengungsi pertama (sebelum pipa gas meledak) 2.605 keluarga dari 9.936 jiwa.
2. Pengungsi kedua (setelah pipa gas meledak) 2.278 keluarga dari 9.028 jiwa.
3. Pengungsi pengungsian gelombang ke-tiga sebanyak 937 keluarga dari 3.250 jiwa.
- Gedung atau bangunan yang terendam dan hancur :
1. Tempat tinggal/rumah : 10.426 unit
2. Sekolah 33 unit
3. Kantor pemerintahan 4 unit
4. Pabrik 30 perusahaan dengan jumlah pekerja mencapai dua ribu orang.
5. Tempat ibadah 65 unit
6. Pondok pesantren 3 buah

Lumpur yang menggumpal mengering.

Sementara ini ganti rugi warga korban tanggungan PT. Lapindo Brantas masih tersendat-sendat pembayarannya. Dana talangan ganti rugi yang menjadi tanggungan negara sudah dilunasi oleh negara, namun negara abai terhadap tugasnya seusai pembayaran itu, tak ada pendampingan. "Setelah pembayaran lunas, negara sudah tak memikirkan lagi warganya, silakan mau hidup dan mati dengan cara apa," ujar cak Irsyad.

Data diambil dari:
Suarasurabaya.net