Monday, November 21, 2005

Cenal-Cenul

Saat melihat tayangan iklan yang dilakonkan gogon tentang produk alat memasak atau penanak nasi saya agak mual menontonnya, saya tak tega.

Tiba-tiba seorang wanita datang ke sebuah warung milik gogon. Ia mendapati anaknya makan di sana. Ia pun mengomel sambil menuding dan tentunya mendorong kepala si anak dengan jari telunjuknya. Ia lakukan berkali-kali. Si anak hanya diam. Gogon pun menimpali, bukan pembelaan terhadap anak, ia justru membeberkan kehebatan produk itu.

Sungguh iklan yang sangat tidak mendidik. Adegan "cenal-cenul" itu sungguh sangat merendahkan. Masyarakat kita, bangsa indonesia mudah sekali untuk meniru apalagi masyarakat bawah yang pendidikannya masih tergolong rendah. Lalu bagaimana jika adegan itu ditiru?

Ah saya tak tega . . .